### Aktivis Desak APH Turun Tangan

TRANSPARANN.ID, OKU – Dugaan penyelewengan Dana BOS SMA Negeri 12 OKU mulai tercium publik. Pengelolaan anggaran tersebut dinilai tidak transparan dan sangat janggal.
Sekolah menerima dana sebesar Rp 478 juta pada 2024. Kemudian, anggaran tersebut naik menjadi Rp 501 juta pada 2025. Namun, laporan realisasinya justru mengundang kecurigaan besar dari berbagai pihak.
Sejumlah item kegiatan menyerap anggaran dalam jumlah fantastis. Administrasi sekolah menelan Rp 148 juta. Sementara itu, pemeliharaan sarana mencapai Rp 84 juta.
Also Read
“Kami menduga terdapat indikasi penyimpangan pengelolaan dana tersebut,” tegas seorang sumber kepada media.
Wali murid mengeluhkan ketiadaan papan informasi anggaran di sekolah. Padahal, publik berhak mengetahui rincian penggunaan dana negara tersebut.
“Tidak ada papan informasi terkait realisasi anggaran sekolah,” ungkap seorang wali murid dengan nada kecewa.
Rincian Anggaran BOS Dinilai Janggal
Pegiat Anti Korupsi OKU, D. Erwin Susanto SH, akhirnya angkat bicara. Ia menuntut keterbukaan penuh dari pihak manajemen sekolah.
“Jika tidak terbuka, tentu ini menimbulkan kecurigaan publik,” ujar Erwin saat memberikan tanggapan hukum.
Erwin menegaskan akan segera mendalami potensi kerugian negara ini. Pihaknya siap menyeret temuan tersebut ke ranah hukum.
Pihak Sekolah Pilih Bungkam
Modus operandi yang dicurigai meliputi pengadaan fiktif hingga mark up harga. Selain itu, terdapat dugaan manipulasi data laporan kegiatan sekolah.
Masyarakat mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan tersebut. Transparansi merupakan syarat mutlak dalam pengelolaan anggaran pendidikan.
Kepala SMAN 12 OKU, Mashudi Majeri, hingga kini tetap bungkam. Ia tidak memberikan jawaban atas surat konfirmasi resmi yang dikirimkan.
Persoalan ini kini menjadi sorotan tajam di Kabupaten OKU. Publik menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. (*)















