### Ikrar dan Lagu Baru Warnai Halaman Sekolah

TRANSPARANN.ID – Suasana Senin pagi di sekolah kini terasa berbeda. Pemerintah membawa semangat baru dalam rutinitas upacara bendera. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ingin upacara lebih bermakna bagi siswa.
Perubahan ini bukan tanpa alasan kuat. Presiden RI meminta agar upacara menjadi sarana nyata pembentukan karakter pelajar. Sekolah harus menjadi ruang tanam nilai kebangsaan, bukan sekadar tempat transfer ilmu.
Menteri Abdul Mu’ti merespons arahan tersebut dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026. Aturan ini terbit pada 23 Januari lalu untuk menyegarkan kembali pelaksanaan upacara.
Also Read
Pemerintah melihat pelaksanaan upacara di beberapa sekolah mulai kehilangan makna. Rutinitas ini harus kembali menjadi momen menumbuhkan cinta tanah air dan kedisiplinan.
Melalui aturan baru ini, Kemendikdasmen menyuntikkan dua elemen yang menyentuh hati ke dalam susunan upacara. Langkah ini bertujuan agar nilai-nilai baik tertanam dalam perilaku harian siswa.
Wajah Baru Upacara Senin
Surat edaran ini membawa tiga instruksi utama bagi seluruh sekolah. Pertama, sekolah wajib menyelenggarakan upacara bendera setiap Senin pagi. Kegiatan ini mutlak untuk membangun disiplin sejak awal pekan.
Kedua, siswa kini menyerukan “Ikrar Pelajar Indonesia”. Janji ini dibacakan lantang setelah pembukaan UUD 1945.
Ikrar tersebut berisi komitmen sederhana namun mendalam. Siswa berjanji untuk belajar baik, menghormati orang tua dan guru, serta rukun dengan teman.
Pemerintah ingin nilai tanggung jawab dan persahabatan ini benar-benar dipraktikkan. Upacara tidak boleh berhenti sebatas seremonial di lapangan.
Ketiga, lapangan sekolah akan bergema dengan lagu “Rukun Sama Teman”. Lagu ciptaan Menteri Abdul Mu’ti ini dinyanyikan setelah lagu wajib nasional.
Lirik lagu ini membawa pesan persahabatan yang kuat. Siswa diajak untuk saling menghormati perbedaan dan menghindari permusuhan.
Tugas Mulia Guru
Keberhasilan kebijakan baru ini bergantung pada peran aktif guru. Guru harus mampu menjadikan nilai dalam ikrar dan lagu sebagai bahan pembelajaran karakter.
Nilai-nilai luhur yang dibacakan di lapangan harus terbawa hingga ke dalam ruang kelas. Inilah cara nyata merawat masa depan bangsa melalui generasi penerus yang berkarakter kuat. (*)















