Bapang.Shinta

dosen tamu Universitas Baturaja

### Menyeimbangkan Ambisi Kekuasaan dan Kualitas Pelayanan Publik

foto : ist
H. Effendi Ahmad, S.Pd.I., Wakil Bupati Kayong Utara periode 2018–2023 (Baju Putih) Dosen Tamu Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja (Unbara).

TRANSPARANN.ID – Dinamika politik lokal sering kali menempatkan pemimpin daerah dalam dilema: fokus mempertahankan kekuasaan atau memprioritaskan tata kelola pemerintahan yang bersih. Isu krusial ini menjadi bahasan utama dalam Kuliah Dosen Tamu yang digelar oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja (Unbara) di Auditorium kampus setempat, baru-baru ini.

Mengusung tema “Survival Politik dan Tata Kelola Daerah: Pelajaran Mendesain Kepemimpinan dari Kayong Utara,” acara ini menghadirkan H. Effendi Ahmad, S.Pd.I., Wakil Bupati Kayong Utara periode 2018–2023. Kehadiran praktisi pemerintahan ini memberikan wawasan segar bagi ratusan mahasiswa yang memadati lokasi acara.

Tekanan Dua Sisi Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Yahnu Wiguno Sanyoto, M.I.P., membuka diskusi dengan menegaskan pentingnya kecerdasan politik. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa otonomi daerah menuntut pemimpin yang tidak hanya piawai berpolitik, tetapi juga cermat dalam mengelola birokrasi.

foto : ist
Foto bersama.

Menyambut pandangan tersebut, Effendi Ahmad memaparkan realitas yang ia hadapi selama memimpin. Ia mengungkapkan bahwa seorang kepala daerah kerap menghadapi tekanan besar dari dua sisi yang berlawanan.
“Di satu sisi, pemimpin harus menjaga stabilitas politik agar tetap bertahan (survival). Di sisi lain, ada tuntutan publik yang mendesak akan pelayanan yang transparan dan akuntabel. Seni memimpin terletak pada kemampuan menyatukan keduanya, bukan memisahkannya,” ujar Effendi di hadapan peserta.

Empat Model Kepemimpinan Dalam sesi yang dipandu moderator Eva Susanti, M.Si., Effendi membedah strategi survival politik yang kerap digunakan, mulai dari politik transaksional, pembagian sumber daya, hingga pencitraan. Namun, ia menekankan bahwa strategi ini harus bermuara pada legitimasi berbasis kinerja.

Effendi merinci empat model kepemimpinan yang umum terjadi di daerah yaitu, Pragmatis – Transaksional: Fokus pada pertukaran kepentingan jangka pendek. Populis-Karismatik: Mengandalkan daya tarik personal dan isu populer. Institusional-Reformis: Berfokus pada perbaikan sistem dan birokrasi dan Hybrid: Kombinasi dari berbagai pendekatan di atas.
“Kepemimpinan yang ideal adalah model yang mampu mengubah energi politik menjadi bahan bakar pembangunan. Bukan sebaliknya, di mana pembangunan justru dikorbankan demi ambisi politik semata,” tegasnya.

Antusiasme Mahasiswa Diskusi berlangsung hangat. Mahasiswa secara aktif menggali isu-isu sensitif, mulai dari cara menghadapi tekanan elite lokal hingga strategi reformasi birokrasi yang kerap macet di tengah jalan. Effendi merespons dengan contoh-contoh konkret dari pengalamannya, membuat materi kuliah terasa membumi dan relevan.

Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Pemerintahan Unbara berharap mahasiswa mampu membangun perspektif kritis. Survival politik bukanlah “barang haram” yang menghambat tata kelola, melainkan sebuah dinamika yang—jika dikelola dengan visi reformis—justru dapat memperkuat konsolidasi kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat. (bet)

Popular Post

A photo of an open park area in Indonesia with two large metal-framed billboards in the background, featuring photos of officials and text commemorating Indonesian events, with plastic trash scattered across the grass in the foreground under a cloudy sky, dated June 29, 2026.

OKU

Taman Kota Baturaja Kian Horor

### Anggaran PU Perkim Menguap, Tribun Jadi Ajang Mesum BATURAJA, TRANSPARANN.ID – Alih-alih menjadi ruang terbuka hijau yang menyejukkan mata ...

Puluhan orang berfoto bersama mengepalkan tangan di depan spanduk HUT Baturaja Post ke-27 dan KWRI OKU Raya.

OKU

HUT Baturaja Post ke – 27 Penuh Makna

### Sinergi Pers dan Aksi Sosial di OKU OKU, TRANSPARANN.ID – Suasana hangat menyelimuti perayaan HUT Baturaja Post ke – ...

ultah 14 Skadron 12 Amur Jaya Yudha.jpg, adalah foto bersama yang lebih besar yang diambil di depan teras sebuah bangunan (posko atau bangunan fasilitas umum). Sekelompok personel TNI, baik yang berdiri maupun jongkok, bersama beberapa warga sipil, berpose serempak dengan simbol tangan "persatuan" (tangan disilangkan di dada). Di belakang mereka, spanduk besar dan jelas bertuliskan "KARYA BAKTI TNI DALAM RANGKA HUT KE-14 SKADRON 12/AMU JAYA YUDHA". Foto ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kekompakan antara TNI dan masyarakat. Bangunan di belakang memiliki atap genteng merah yang khas.

LAMPUNG UTARA

HUT Skadron 12: TNI Bangun Sanitasi

### Wujud bakti TNI bantu warga Way Kanan WAY TUBA, TRANSPARANN.ID – Skadron 12/Amur Jaya Yudha menggelar karya bakti TNI. ...

Suasana rapat dengar pendapat DPRD OKU bersama perwakilan pedagang Pasar Atas Baturaja membahas sengketa denda kios yang mencekik.

Hukum & Kriminal

Konflik Kios Pasar Atas Kian Panas

### Pedagang Lawan Aturan Denda Perumda OKU, TRANSPARANN.ID – Sengketa kios Pasar Atas Baturaja kembali meledak. Kasus ini mencuat tajam ...

Potret Nanik S Deyang tersenyum dan melambaikan tangan mengenakan jilbab hitam dan kemeja batik, berlatar belakang biru.

BERANDA

Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Mundur

### Fokus Berobat, Prabowo Tunjuk Jadi Pengawas TRANSPARANN.ID – Kabar mengejutkan datang dari Istana Negara. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), ...

"Aplikasi MyASN memberikan akses penuh untuk melacak progres usulan layanan. Segera verifikasi data profil Anda agar proses validasi D2NP lancar. Mari dukung transformasi digital birokrasi Indonesia yang lebih akurat.

BERANDA

Apa Itu D2NP PNS? Ini Penjelasan Lengkap

### Mengenal Daftar Nominatif di Aplikasi MyASN TRANSPARANN.ID – Banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) kini mempertanyakan istilah teknis D2NP. Kode ...