Kedua, maksimalkan bukaan pada bangunan rumah mungil Anda. Bukaan menjadi elemen kunci dalam mendesain rumah kecil. Pasang jendela berukuran besar pada bagian depan atau samping. Anda juga bisa memakai pintu kaca model geser. Tambahkan ventilasi atas agar sirkulasi udara lebih lancar.
Ketiga, terapkan konsep ruang terbuka tanpa sekat permanen. Anda sebaiknya menghindari penggunaan dinding masif yang kaku. Gabungkan ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur sekaligus. Konsep ini membuat ruangan terasa jauh lebih luas. Selain itu, cahaya alami menyebar merata ke seluruh sudut.
Keempat, perhatikan skala ruang agar tetap selalu proporsional. Jangan memaksakan ukuran perabotan seperti di rumah besar. Sesuaikan tinggi plafon agar ruangan tidak terasa menekan. Lalu, hindari pembuatan lorong sempit yang membuang sisa lahan. Optimalkan sudut mati untuk fungsi yang jauh lebih berguna.
Kelima, pilih warna bangunan yang menciptakan nuansa ketenangan. Warna terang seperti putih membantu memantulkan cahaya matahari. Warna tersebut memberi kesan bersih dan juga sangat lapang. Gunakan warna gelap hanya sebagai aksen pemanis ruangan. Hal ini menjaga rumah tetap ringan secara visual.
Keenam, gunakan struktur dan material bangunan secara jujur. Desain bangunan yang estetik tidak harus selalu mahal. Anda bisa memakai material bata ekspos atau beton halus. Gunakan juga material kayu dengan hasil akhir yang natural. Paduan material ini memberikan karakter hangat pada rumah.
Merancang rumah tipe 21 bukan sekadar menyusun tata ruang. Anda harus bisa menciptakan hunian yang terasa lebih hidup.
Penerapan tata ruang yang tepat membuat rumah makin nyaman. Akhirnya, kehangatan keluarga justru makin terasa di ruang mungil. (*)
