Tak lama berselang, Endar merasakan gejala medis yang sangat serius. Ia mengalami mual, muntah, hingga nyeri perut yang hebat. Kondisi fisiknya terus menurun drastis setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Kendala Biaya dan Perawatan Mandiri
Pihak keluarga sempat memberikan perawatan jalan secara mandiri kepada korban. Keputusan ini diambil lantaran keterbatasan biaya untuk pengobatan di rumah sakit. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil positif bagi kesehatan korban.
Selama empat hari, kondisi kesehatan pria berusia 28 tahun itu semakin memburuk. Maut akhirnya menjemput korban di kediamannya, Jalan Jenderal Ahmad Yani. Kejadian ini mengejutkan warga di lingkungan RT 001 RW 003 tersebut.
Keluarga Tolak Proses Otopsi
Istri korban, Felli Afriyanti, telah mengambil sikap atas musibah ini. Ia secara resmi menandatangani surat pernyataan tidak menuntut pihak manapun. Selain itu, keluarga menolak tindakan pemeriksaan medis berupa visum maupun otopsi.
Pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk Suswati dan Herawan. Kini jenazah korban disemayamkan oleh pihak keluarga untuk proses pemakaman. (*)












