
Tim Puskesmas Sekar Jaya saat melakukan fogging di ruangan kelas SMAN 4 OKU.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Dinas Kesehatan (OKU) melalui Puskesmas Sekarjaya, Selasa (23/01/2024), melakukan penyemprotan metode pengasapan (fogging) di SMA Negeri 4 Kabupaten OKU. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, setelah laporan dua siswa terindikasi DBD.

Tim Puskesmas Sekar Jaya saat melakukan fogging di ruangan kelas SMAN 4 OKU.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Dedi Wijaya melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Andi Prapto Dimulyo, menyebutkan bahwa fogging dilakukan secara massal sesuai program Bupati, prioritasnya di sekolah untuk memutus rantai penularan DBD.
Also Read
Andi menekankan pentingnya menjaga kebersihan dengan 3M (menguras, mengubur, menutup) tempat penampungan air sebagai langkah pencegahan utama. Ia juga menegaskan bahwa fogging dilakukan pada jam khusus, sesuai dengan kebiasaan nyamuk Aedes Aegypti yang menggigit di pagi dan sore hari.
Andi mengingatkan bahwa fogging tidak berbiaya dan warga dapat meminta Puskesmas untuk melaksanakannya di lingkungan mereka.
Menyikapi gejala DBD, Andi mengatakan bahwa rumah sakit akan menghubungi Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat jika ada kasus DBD, yang selanjutnya memberikan edukasi dan pemeriksaan di lokasi.

Mushola di SMAN 4 OKU pun tak ketinggalan di lakukan fogging guna memutus rantai penyebaran demam berdarah.
Kepala SMA Negeri 4 Kabupaten OKU, Hj Jumiati, mengapresiasi langkah Dinkes OKU dan Puskesmas Sekarjaya dalam fogging, berharap hal ini dapat memutus rantai penyebaran DBD di sekolah dan memberikan keamanan bagi keluarga besar SMAN 4 OKU. (jpn)















