Dinas Pendidikan OKU sebenarnya sudah berupaya persuasif berulang kali. Mereka meminta Topan mengembalikan aset negara secara baik-baik. Sayangnya, mantan pejabat itu menolak mentah-mentah.
Dinas Pendidikan pun kehabisan kesabaran. Surat resmi kembali dilayangkan, namun Topan tetap bergeming. Akibatnya, Dinas Pendidikan menyerahkan urusan memalukan ini ke Kejaksaan Negeri OKU.
“Harusnya sadar diri. Sudah pensiun wajib kembalikan tanpa diminta,” sindir narasumber itu.
Topan Membantah Keras
Kami mencoba mengonfirmasi H Topan Indra Fauzi melalui telepon. Ia menepis semua tuduhan tersebut dengan santai. Topan mengklaim sudah mengembalikan mobil melalui Kasi PAUD, Deni Yulistian alias Deden.
“Mobil lah kubalekkan (kembalikan) dengan Deden,” dalih Topan.
Ia juga membantah tuduhan pengambilan sound system dan kursi kerja. Menurutnya, barang-barang tersebut tidak ada padanya.
“Sound system dak katek (tidak ada),” pungkasnya singkat.
Publik kini menanti ujung drama memalukan ini. Apakah aset negara akan kembali atau terus menjadi misteri? (*)












