### Edukasi Anti Penipuan Digital Lewat Sembako

Edison Nainggolan, perwakilan Snapboost Baturaja, bersama warga Kelurahan Kemelak Bindung Langit Lawang Kulon, Minggu (14/9/2025).
TRANSPARANN.ID – Snapboost Indonesia perwakilan Sumatera Selatan menyalurkan bantuan sembako kepada warga Kelurahan Bindung Langit Lawang Kulon, Minggu (14/9/2025) petang. Sebanyak 50 warga hadir dan menerima paket berisi gula, minyak, indomie, sarden, dan teh.
Edison Nainggolan, perwakilan Snapboost Baturaja, memimpin kegiatan ini dengan semangat edukatif. Ia menyampaikan bahwa kondisi ekonomi yang kian berat mendorong Snapboost untuk hadir langsung membantu masyarakat, tidak hanya secara materi, tetapi juga secara digital.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tapi juga tahu cara menghasilkan uang harian lewat media sosial secara aman,” ujar Edison.
Also Read
Snapboost, yang telah bekerja sama resmi dengan YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok, menawarkan platform periklanan global yang bisa diakses siapa saja. Edison menegaskan bahwa Snapboost bukan aplikasi investasi, melainkan sarana kerja digital yang transparan.
Namun, Edison juga mengakui tantangan besar: trauma masyarakat akibat maraknya penipuan berkedok investasi. “Banyak yang ragu karena pernah tertipu. Tapi keraguan itu justru merugikan. Ragumu adalah rugimu,” tegasnya.
Ia mengibaratkan trauma digital seperti wanita yang kecewa pada satu pria lalu menganggap semua pria buruk. “Tidak semua aplikasi buruk. Snapboost punya rating 4,9 dan menduduki peringkat satu dunia,” tambahnya.

Edison Nainggolan, perwakilan Snapboost Baturaja, bersama warga Kelurahan Kemelak Bindung Langit Lawang Kulon, Minggu (14/9/2025).
Seorang anggota Snapboost Baturaja yang enggan disebutkan namanya mengaku senang bisa menghasilkan uang hanya dengan menonton konten media sosial. “Seperti menabung, tapi hasilnya harian. Bisa ditambah dengan mengajak orang lain,” ujarnya.
Nanda, anggota Snapboost berperingkat VIP 6 asal Jakarta, turut hadir dan menyampaikan pesan inspiratif. “Level ini tidak mudah dicapai. Tapi keringat dan air mata terbayar lunas,” katanya.
Ia juga berpesan kepada penerima sembako agar tidak berhenti pada bantuan. “Kalau ingin sembako setiap hari, jangan hanya mengeluh. Keluar dari zona nyaman dan bertindak,” tutup Nanda. (bet)
















