
SMPN 2 OKU memberikan bantuan berupa 100 bingkisan kepada anak-anak siswa yang kurang mampu.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – SMPN 2 OKU menggelar sebuah kegiatan bazar yang tak hanya sekadar menyajikan beragam pakaian, tetapi juga memberikan sentuhan kemanusiaan kepada siswa kurang mampu. Dalam suasana Bulan Suci Ramadhan tahun 1445 Hijriah, sekolah tersebut menghadirkan bazar barokah yang bertujuan memberikan bantuan kepada para siswa yang membutuhkan, dengan menyediakan pakaian dari guru dan siswa.
Kepala SMPN 2 OKU, Sapto Surono SPd MM, menjelaskan bahwa setiap siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh pakaian melalui sistem kupon yang disediakan. “Ini salah satu agenda kita di Bulan Ramadhan, yakni bazar pakaian barokah dan semuanya tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Sapto Surono.
Also Read
Selain menyediakan pakaian, SMPN 2 OKU juga memberikan bantuan berupa 100 bingkisan kepada anak-anak siswa yang kurang mampu. Yang menarik, dana untuk kegiatan tersebut diperoleh dari infak sedekah acara rohis yang rutin digelar setiap hari Jumat.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) OKU, H. Drs. Topan Indra Fauzi MM, memberikan apresiasi atas inisiatif SMPN 2 OKU dalam menggelar acara bazar tersebut. “Semoga Kepala sekolah lainnya dapat terinspirasi, khususnya sekolah-sekolah di sekitar Kota Baturaja,” ujarnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Asisten II Setda OKU, Hasan HD, yang mewakili penjabat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah S.STP MM MPd untuk membuka secara resmi bazar tersebut. Hasan menganggap bazar ini sebagai bentuk nyata dari kepedulian sesama terhadap siswa yang belum mampu secara ekonomi. “Inilah esensi dari puasa, di mana kita saling mengasihi orang-orang yang berada di bawah kita secara ekonomi,” tuturnya.
Hasan berharap bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh SMPN 2 OKU ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya untuk melakukan kegiatan serupa. “Minimal, hal ini dapat mengurangi beban siswa dan guru di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Bazar barokah ini tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pakaian, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam bulan yang penuh berkah ini.(jpn)















