
Ismi Zakiyah MPd kepala SMPN 10 OKU saat memberikan sambutan dalam seminar dan lokakarya implementasi P5
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – SMPN 10 OKU menggelar kegiatan seminar implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi para guru. Seminar ini berlangsung pada Kamis (7/3) dengan menghadirkan narasumber terkemuka, Semaun Naidu MPd, yang memiliki pengalaman luas dalam pelatihan di Pusat untuk mendalami P5.
Profil Pelajar Pancasila, sebuah panduan yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia, menjadi fokus utama dalam seminar ini. Profil ini mencakup karakter yang diharapkan pada seorang pelajar dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila, melibatkan aspek spiritualitas, moralitas, kebhinekaan global, gotong royong, mandiri, berpikir kritis, dan kreativitas.
Also Read
Ismi Zakiyah MPd, kepala SMPN 10 OKU, menyatakan bahwa seminar ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka. “Saya berharap dengan adanya seminar ini, para guru di SMPN 10 OKU dapat meningkatkan kompetensinya dalam merancang dan menyusun P5, sehingga SMPN 10 OKU bisa beradaptasi dengan kebijakan kurikulum merdeka yang terbaru,” ungkapnya.

Selain itu, Ismi menekankan pentingnya agar P5 tidak menjadi beban bagi sekolah, guru, maupun orang tua siswa. “Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tidak boleh menjadi beban untuk guru, anak didik, dan orang tua. Prosesnya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah dan guru, sehingga setiap sekolah memiliki ciri khas dalam perencanaannya,” tambahnya.
Seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi para guru SMPN 10 OKU dalam menerapkan P5 secara efektif, sehingga mampu mencetak generasi yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang berintegritas dan bertanggung jawab.(jpn)















