
Genangan banjir dengan ketinggian hinggamencapai 1,5 meter membanjiri di SDN 62 OKU.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Hujan deras yang melanda Kabupaten OKU pada Selasa (8/5) kemarin mengakibatkan sejumlah kawasan terendam banjir. Salah satu lokasi terdampak banjir adalah SDN 62 OKU di Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat. Genangan banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter membanjiri ruang guru, ruang kelas, dan ruang tata usaha.
Kepala SDN 62 OKU, Tita Indraini SPd.SD, terpaksa meliburkan semua siswa karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar. “Sesuai instruksi dari kepala dinas pendidikan Kabupaten OKU, sekolah yang terkena dampak banjir diminta untuk belajar di rumah sampai keadaan membaik. Banjir mulai masuk ke halaman sekolah sekitar pukul 07.00 wib selasa (7/5) kemarin, anak – anak sempat mengikuti ujian Asasment Sunatif Akhir (ASA) tapi setelah selesai ujian mereka langsung kami suruh pulang, karena kondisi sudah tidak memungkinkan begitu juga kita langsung pulang. Apalagi kondisi sudah mulai tinggi debit air nya, 1,5 meter,” jelas Tita.
Also Read
Akibat debit air yang cepat naik, banyak peralatan dan buku di SDN 62 yang tidak dapat diselamatkan. “Banjir ini paling parah, menyebabkan kerusakan pada buku kurikulum merdeka, iPad bantuan dari pemerintah, sound system sekolah, buku perpustakaan, infocus PC, monitor, dan 1 buah laptop. Sedangkan yang masih bisa kita selamatkan laptop, printer, documen, dan sebagian buku – buku di perpustakaan,” tambahnya.

Tita menyatakan bahwa sekolah direncanakan akan kembali dibuka pada hari Senin, 13 Mei 2024. Namun, ujian ASA bagi siswa kelas VI akan ditunda karena masih dilakukan pembersihan. “Semoga buku yang rusak bisa diganti. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU turut meninjau sekolah dan membantu membersihkan. Begitu juga dengan ujian ASA akan kita lanjutkan pada Senin 13 Mei 2024 nanti,” tambah Tita.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Drs. H. Topan Indra Fauzi MM M.Pd, membenarkan bahwa sekolah yang terkena banjir akan diliburkan selama 4 hari. “Ujian ASA bagi kelas VI ditunda, dan sekolah baru akan kembali masuk setelah melihat kondisi. Saat ini, ada 15 SD dan 5 SMP di OKU yang terkena banjir,” ungkap Topan.

Topan berharap banjir segera surut dan akan diadakan rapat untuk membahas peralatan sekolah dan buku yang terkena dampak banjir. “Nanti kita rapatkan bersama,” jelasnya.(jpn)















