Satu Tahun MBG: Warga Protes, Relawan Menjerit

### Dapur SPPG Tuai Protes

foto : ilustrasi/net
Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis.

TRANSPARANN.ID, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan Presiden Prabowo Subianto telah genap berusia satu tahun.

Presiden membanggakan kesuksesan program yang menyasar 49 juta penerima ini. Namun, penelusuran lapangan justru menyingkap fakta berbeda.

Sejumlah masalah pelik mencuat di berbagai daerah. Warga menyuarakan keluhan soal gangguan lingkungan, sedangkan para pekerja menuntut kejelasan nasib.

Berikut rangkuman temuan BBC News Indonesia yang dikutip oleh portal ini.

Gelombang Penolakan Warga

Warga Kompleks Parakan Indah, Bandung, secara tegas menolak operasional dapur MBG. Mereka membentangkan spanduk protes di gerbang perumahan.

Badri, Ketua RW setempat, menyebut aktivitas dapur merampas ketenangan warga. Proses produksi yang berlangsung hingga larut malam sangat mengganggu waktu istirahat lansia.

Selain polusi suara, warga juga mengkhawatirkan tumpukan sampah organik yang dapat mencemari lingkungan mereka.

Konflik serupa terjadi di Sumber, Solo. Warga memprotes pendirian dapur yang tidak mengantongi izin lingkungan.

Pemerintah kota akhirnya menghentikan pembangunan tersebut. Mereka menilai pemilik dapur tidak memiliki itikad baik untuk bersosialisasi dengan warga sekitar.

Nasib Buram “Relawan” Tanpa Kontrak

Tak hanya isu lingkungan, masalah ketenagakerjaan juga menjadi sorotan tajam. Pekerja dapur yang berstatus “relawan” harus bekerja tanpa kontrak tertulis.

Yeni, seorang relawan di Cirebon, mengaku bekerja delapan jam sehari tanpa jaminan sosial atau BPJS.

Exit mobile version