Misteri Kematian Santri di OKU Selatan

Warga sekitar mempertanyakan standar prosedur penanganan kasus ini. “Kami kaget, korban masih sangat muda,” ujar seorang warga. Masyarakat menuntut penjelasan yang terang benderang dari pesantren.

Pimpinan pesantren awalnya dikabarkan menutupi kejadian tragis ini. Namun, pengasuh pesantren Gus Ahmad Rifa’i akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan kematian santrinya pada Minggu (22/2/2026).

“Kami langsung melapor ke Polsek dan pihak keluarga,” tegasnya.

Menurutnya, keluarga menerima kejadian ini dengan lapang dada. Mereka juga membuat surat pernyataan menolak proses autopsi.

Gus Ahmad menambahkan, korban sehari-hari dikenal sangat ceria. Korban bahkan masih mengikuti pengajian pada Kamis sore. Ia pun menegaskan tidak ada tanda kekerasan pada korban.

Kepala Puskesmas Simpang Sender, Hipzon, memperkuat pernyataan tersebut. Ia memastikan peristiwa ini murni kasus gantung diri. “Tidak kami temukan tanda-tanda kekerasan fisik,” ungkap Hipzon.

Kini, korban telah dimakamkan dengan layak oleh keluarga. Meski begitu, kepergian santri belia ini menyisakan misteri. Publik berharap ada keterbukaan agar kasus ini benar-benar tuntas. (*)

Exit mobile version