### Rakor ATR/BPN Bahas Tata Ruang Labusel

Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, secara aktif menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar oleh Kementerian ATR/BPN.
TRANSPARANN.ID, LABUSEL – Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Selasa (4/11/2025). Rakor tersebut membahas Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Pada kesempatan itu, Bupati Fery menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Tata Ruang atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Ia menegaskan bahwa penjadwalan daerahnya dalam Rakor ini menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan tata ruang di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Direktur Jenderal Tata Ruang dan Ibu Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I atas penjadwalan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam Rakor ini,” ujar Bupati.
Also Read
Selanjutnya, Bupati Fery menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan empat rencana tata ruang, terdiri dari satu revisi RTRW dan tiga RDTR. Dari usulan tersebut, baru RDTR Kotapinang yang berhasil terakomodir. Meski demikian, ia tetap merasa bangga karena Kabupaten Labuhanbatu Selatan terpilih di antara banyak usulan dari kabupaten/kota lain di Indonesia.
Lebih jauh, Bupati memaparkan bahwa RDTR Kotapinang dirancang untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat perdagangan dan jasa, kawasan permukiman, simpul transportasi regional, serta destinasi pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Ia berharap RDTR ini mampu membuka peluang investasi di berbagai sektor sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar oleh Kementerian ATR/BPN.
Dalam paparannya, Bupati juga menyoroti keterbatasan lahan terbangun di Labuhanbatu Selatan. Ia mengungkapkan bahwa hampir 80 persen wilayah Labusel merupakan lahan perkebunan, baik Hak Guna Usaha (HGU) maupun perkebunan rakyat. Kondisi ini, menurutnya, menyulitkan pengembangan sarana publik dan infrastruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, ia telah berkoordinasi dengan sejumlah pemegang HGU agar dapat menyediakan lahan bagi pembangunan fasilitas pelayanan umum.
Sebagai penutup, Bupati menekankan pentingnya RDTR Kotapinang dalam meningkatkan efektivitas pemanfaatan ruang, memperkuat pergerakan ekonomi, serta mendukung integrasi sistem perizinan OSS berbasis RDTR di masa mendatang.
“Datang ke Jakarta mencari waktu luang, hendak silaturahmi ingin bertemu. Kalau masalah Rencana Detail Tata Ruang, mari kita kelola dengan hati dan ilmu,” tutup Bupati Fery. (haryan harahap)















