“Bantuan ini sangat bermanfaat. Kami menerima unit Yamaha Fierza, Mio Sporty, dan MX untuk praktik siswa. Kami berharap lulusan siap kerja dan mampu membuka bengkel konversi sendiri,” jelasnya.
Antusiasme Guru dan Siswa
Siswa kelas XII Otomotif SMKN 3 OKU mengaku bangga mengikuti pelatihan. Mereka belajar langsung mengganti sistem pembakaran menjadi tenaga listrik berbasis dinamo dan baterai.
Instruktur PT Braja, Uta, mengapresiasi semangat peserta. “Guru dan siswa cepat memahami tahapan konversi. Antusiasme mereka menjadi potensi besar bagi pengembangan vokasi di Sumsel,” katanya.

Poto bersama.
Pendidikan Vokasi, Garda Depan Energi Bersih
Pelatihan ini tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga mendukung komitmen transisi energi bersih menuju net-zero emission. PLN berharap lahir ekosistem kendaraan listrik dari sekolah, berkembang menjadi bengkel mandiri dan pusat pelatihan konversi di daerah.
Empat hari pelatihan di SMKN 3 OKU membuktikan bahwa pendidikan vokasi bisa menjadi garda depan teknologi hijau. Program ini mencetak generasi terampil, sadar energi bersih, dan siap menghadapi tantangan industri otomotif masa depan. (bet)












