
Agus Salim Menerima Bantuan dari Pj Bupati OKU H. TEddy Meilwansyah
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Sebuah peristiwa tragis melanda Dusun Baturaja, Kelurahan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur, pada Hari ke-4 Idul Fitri 1445 H, Sabtu (13/4). Satu unit rumah yang terletak di RT 1 RW 3 menjadi korban amukan mematikan Sijago Merah. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.30 wib itu menghanguskan rumah yang menjadi milik Agus Salim (50) dan Markani (51). Beruntung, saat kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di dalam, namun hanya dua anak mereka yang berada di rumah tersebut. Upaya penyelamatan dilakukan oleh warga setempat yang mendobrak pintu rumah, serta didukung oleh kehadiran 5 unit mobil pemadam kebakaran yang segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
Penjabat (PJ) Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd, merespons cepat kejadian tersebut dengan langsung meninjau lokasi kebakaran dan memberikan bantuan kepada korban. Bantuan yang diserahkan langsung berupa Sembako, peralatan tidur, selimut, obat-obatan, dan keperluan lainnya, diterima oleh Agus Salim dan Markani. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan mengobati sedikit kedukaan dari saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran ini,” jelasnya.
Also Read
Turut hadir dalam peninjauan tersebut adalah Dandim 0403 OKU, Letkol Inf Hari Feriawan Rumawatine, Asisten III Setda OKU, Romson Fitri, Kadisnker OKU, Kadarisman, dan Kadisdik OKU, H Topan Indra Fauzi. “Pemerintah Kabupaten OKU akan berupaya membantu pembangunan kembali rumah yang terbakar melalui program bedah rumah yang telah diprogramkan. Jadi kami telah berkoordinasi dengan Dinas PU Perkim, nanti rumah yang terbakar ini akan kita masukan dalam program tersebut, Insya Allah tahun ini rumah yang terbakar akan dimasukkan dan direncanakan untuk segera dibangun,” ungkap Teddy.
Teddy juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah. “Pentingnya melakukan pemeriksaan terhadap seluruh keadaan rumah sebelum meninggalkannya, seperti memastikan kompor sudah dimatikan, listrik dan air sudah dipadamkan, serta langkah-langkah pencegahan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Agus Salim menyampaikan bahwa saat kebakaran terjadi, ia tidak berada di rumah, hanya kedua anaknya yang berhasil diselamatkan. “Tidak ada yang bisa diselamatkan, hanya baju yang melekat di badan,” ucapnya dengan nada sedih.(jpn)













