### Bangun Karakter Siswa di Bulan Ramadan

Siswi SMPN 19 OKU berani tampil percaya diri membawakan ceramah agama. Perlombaan ini bertujuan melatih mental dan menggali potensi siswa.
TRANSPARANN.ID, OKU – Semarak Ramadan 1447 H terasa sangat hangat di SMP Negeri 19 Ogan Komering Ulu (OKU).
Sekolah ini menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat. Acara keagamaan ini berlangsung selama tiga hari. Tepatnya mulai tanggal 11 hingga 13 Maret 2026.
Ketua Panitia, Betty B, S.Pd.I, memimpin langsung jalannya acara. Tahun ini, pihak sekolah mengusung tema yang sangat bermakna. Tema tersebut adalah “Membentuk Pribadi Beriman, Berakhlak dan Berilmu”.
“Kegiatan ini diikuti 209 siswa,” ucap Betty.
Also Read
Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain itu, dewan guru dan tenaga kependidikan turut hadir menemani. Panitia juga menggelar berbagai perlombaan menarik bagi para siswa.
“Lomba tersebut meliputi kompetisi pidato atau ceramah agama. Selanjutnya, ada juga lomba hafalan ayat suci Al-Qur’an,” imbuh Betty.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi terpendam siswa. Pihak sekolah ingin melatih mental mereka agar berani tampil. Dengan demikian, rasa percaya diri siswa akan semakin meningkat.
“Agar siswa menjadi generasi penerus yang cerdas dan berakhlak,” tukas Betty.

Kekompakan dewan guru dan panitia Pesantren Kilat SMPN 19 OKU. Mereka sangat antusias menyukseskan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan.
Tausiah Inspiratif “Puasa Kepompong”
Kepala SMPN 19 OKU, Arena Aswari, S.Ag, memberikan tausiah yang inspiratif. Ia mengangkat filosofi kehidupan lewat ceramah bertajuk “Puasa Kepompong”. Arena mengajak peserta belajar dari proses metamorfosis seekor ulat.
Dikatakan Arena, Ulat berpuasa di dalam kepompong selama tujuh hingga 20 hari. Setelah itu, ulat berubah menjadi kupu-kupu yang sangat indah. Inilah perumpamaan makna puasa yang sesungguhnya bagi umat Islam.
“Kita menyepi dan menahan hawa nafsu selama bulan suci. Kemudian, lahir kembali sebagai pribadi baru yang bermanfaat,” ucap Arena.
Puasa bertujuan agar manusia mencapai derajat takwa atau La’allakum Tattaqun. Oleh karena itu, ibadah puasa sangat efektif untuk mendidik jiwa. Arena berharap warga sekolah bisa memetik hikmah puasa ini.
Kupu-kupu hanya menghisap madu setelah ia berhasil bermetamorfosis. Begitu pula manusia, harus melakukan amal baik usai berpuasa.
“Mari kita kerjakan semua perintah Allah Swt secara ikhlas. Terakhir, kita wajib meninggalkan seluruh larangan dari Allah SWT,” pungkas Arena. (*)
















