### Makna dan Hikmah Isra’ Mi’raj

Selamat memperingati Isra Mi’raj 1446 H.
TRANSPARANN.COM – Nabi Muhammad SAW menjalani peristiwa monumental dalam sejarah Islam dengan melakukan perjalanan spiritual dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu melanjutkannya ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini terjadi pada malam 27 Rajab, beberapa tahun sebelum hijrah ke Madinah. Peristiwa ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam dan menjadi landasan bagi beberapa ajaran penting dalam Islam.
Sejarah Isra’ Mi’raj: Perjalanan Mulia Rasulullah SAW
Apa itu Isra’ Mi’raj?
Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spiritual yang penting dalam sejarah Islam, dimulai dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra’) dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh (Mi’raj). Peristiwa ini menjadi momen di mana umat Islam menerima perintah salat lima waktu.
Kapan Isra’ Mi’raj Terjadi?
Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun ke-10 kenabian Nabi Muhammad SAW, setelah peristiwa “Amul Huzn” (Tahun Kesedihan), di mana beliau kehilangan istri tercinta, Khadijah RA, dan pamannya, Abu Thalib. Meskipun tidak ada kesepakatan pasti mengenai tanggalnya, banyak ulama menyebut Isra’ Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab.
Also Read
Bagaimana Isra’ Mi’raj Terjadi?
Isra’
Isra’ adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Perjalanan ini dilakukan dengan kendaraan bernama Buraq, makhluk yang digambarkan lebih cepat dari cahaya. Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat bersama para nabi lainnya, termasuk Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS.
Mi’raj
Setelah Isra’, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan ke langit menggunakan tangga khusus. Di setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi, seperti Nabi Adam AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Ibrahim AS, hingga Nabi Isa AS. Puncaknya, beliau mencapai Sidratul Muntaha dan menerima wahyu tentang kewajiban salat lima waktu.
Makna dan Hikmah Isra’ Mi’raj
Isra’ Mi’raj mengandung banyak makna mendalam, antara lain:
Pentingnya Salat: Sebagai bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT.
Keimanan: Ujian keimanan bagi umat Islam, khususnya para sahabat Rasulullah SAW, untuk percaya pada hal-hal ghaib.
Persatuan: Perjalanan ini menegaskan pentingnya Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa sebagai tempat suci umat Islam.
Pertanyaan Terkait Isra’ Mi’raj
- Mengapa peristiwa Isra’ Mi’raj penting bagi umat Islam?
Isra’ Mi’raj adalah momen penerimaan perintah salat lima waktu, yang menjadi ibadah utama dalam Islam. - Apakah Isra’ Mi’raj hanya sebuah mimpi?
Menurut mayoritas ulama, Isra’ Mi’raj adalah peristiwa nyata yang dialami Nabi Muhammad SAW secara fisik dan spiritual. - Apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa Isra’ Mi’raj?
Kita dapat memetik hikmah pentingnya salat, keimanan, dan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam.
Kesimpulan
Sejarah Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam Islam. Peristiwa ini tidak hanya mempertegas keimanan umat Muslim tetapi juga menegaskan pentingnya salat sebagai kewajiban utama dalam agama. Dengan memahami sejarah Isra’ Mi’raj, kita dapat memperkuat rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.













