
Buaya Sinyolong sepanjang 3 meter ditangkap 6 warga Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Geger! Warga Desa Lubuk Rukam Tangkap Buaya di Sungai Ogan, Jumat (16/8/2024), di Desa Lubuk Rukam, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dibuat geger oleh penangkapan seekor buaya Sinyulong sepanjang 3 meter di Sungai Ogan, Dusun V, Desa Lubuk Rukam. Penangkapan ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, saat enam warga desa berhasil menangkap buaya tersebut setelah “berburu” selama enam jam.
Buaya Sinyulong, yang dikenal juga sebagai buaya mulut panjang, sering terlihat menepi ke darat di sekitar Sungai Ogan. Keberadaan buaya ini sangat meresahkan warga yang beraktivitas di sungai, seperti mandi dan mencuci. Kepala Desa Lubuk Rukam, Izahrullah, mengungkapkan bahwa buaya ini sudah terlihat di desa selama tiga hari terakhir, seringkali muncul di Desa Lubuk Rukam, Bindu, dan Karang Dapo.
Also Read
Pada dini hari, enam warga desa, yaitu Andoro Sarjani, Mimin, Paijo, Rico, dan Atok, berinisiatif untuk menangkap buaya tersebut dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti tali dan jala. Setelah menunggu kemunculan buaya dari arah hulu Dusun V Darmo Desa Lubuk Rukam, mereka akhirnya berhasil menangkap dan menyeret buaya tersebut ke darat. Buaya tersebut kemudian dibawa ke rumah kepala desa untuk sementara waktu.
Menurut Kades Izahrullah, buaya ini sementara dititipkan di rumahnya dan akan segera diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten OKU. Buaya Sinyulong merupakan hewan yang dilindungi, dan pihak BKSDA berharap warga segera menyerahkan buaya ini kepada petugas untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala BKSDA Sumatera Selatan melalui Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi Gunung Raya Seksi Wilayah 3 (OKU Raya), Herman Kanali, menjelaskan bahwa keberadaan buaya ini mungkin disebabkan oleh perpindahan habitat atau buaya peliharaan yang lepas saat banjir. “Kami berharap warga segera menyerahkan buaya ini kepada petugas BKSDA,” tegas Herman.
Penangkapan buaya ini menjadi perhatian serius di Desa Lubuk Rukam. Warga merasa lega setelah buaya yang meresahkan tersebut berhasil ditangkap, dan kini akan ditangani oleh pihak berwenang. Penanganan buaya oleh BKSDA diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran warga atas ancaman dari hewan liar ini. (bet)













