OKU  

PKK OKU Bagikan Telur Cegah Stunting

Namun, pihaknya terus berupaya maksimal dan tidak ingin terlena. Oleh karena itu, target OKU bebas stunting terus dikejar secara konsisten.

Wanita sapaan Reni ini menjelaskan lebih lanjut mengenai langkah strategis pemerintah. Pemkab OKU selalu memantau ketat anak-anak dengan indikasi stunting.

Cara utamanya adalah memberikan asupan gizi yang cukup dan berimbang. Balita dan ibu hamil menerima telur, susu, serta makanan tambahan.

“Kita ingin tumbuh kembang anak-anak di OKU selalu sehat,” ungkapnya. Selain itu, ia berharap ibu hamil melahirkan generasi penerus yang unggul. Tentunya generasi yang sehat dan terbebas dari ancaman stunting.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya, turut memberikan penjelasan. Setiap balita mendapatkan alokasi satu kilogram telur ayam per bulan. Puskesmas setempat bertugas mendistribusikan bantuan ini secara langsung.

“Hari ini kita berikan langsung tiga kilogram telur untuk tiga bulan,” sebutnya. Pemberian rapel ini mencakup periode awal Januari hingga Maret. Selain telur, balita juga menerima paket makanan tambahan berupa susu.

Pemkab OKU terus memaksimalkan berbagai program pencegahan stunting di masyarakat. Tahun ini, prevalensi stunting di OKU ditargetkan turun drastis. Bahkan, pemerintah sangat optimis bisa mencapai target wilayah bebas stunting.

“Target utama kita pastinya mencapai OKU Zero Stunting,” pungkas Deddy. (*)

Exit mobile version