### Rotasi jabatan dorong layanan publik aman

Wakil Bupati OKU, Ir H Marjito Bachri melantik empat pejabat administrator dan pengawas OKU, Selasa, 16 September 2025.
TRANSPARANN.ID – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) resmi melantik empat pejabat baru di jabatan administrator dan pengawas, Selasa (16/9). Rotasi ini menempatkan mereka di posisi strategis yang langsung bersentuhan dengan perlindungan warga, pencegahan kekerasan, dan peningkatan keamanan publik.
Pelantikan berlangsung di ruang Abdi Praja Kantor Pemkab OKU, dipimpin Wakil Bupati OKU Marjito Bachri, disaksikan Asisten III Setda OKU H. Romson Fitri dan Kepala BKPSDM OKU Mirdaili.
Fokus pada Perlindungan dan Keamanan Warga
Also Read
- Yanizi kini menjabat Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, setelah sebelumnya memimpin Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerak DPPKB OKU.
- Febrianto Kuncoro dipercaya memimpin Bidang Pencegahan, Penanganan Kekerasan, dan Perlindungan Anak, menggantikan perannya di Bidang Penaatan dan Penataan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
- M. Aidul Adha kini menjadi Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Lubuk Raja, setelah bertugas sebagai pengelola pengadaan barang/jasa ahli muda di Sekretariat Daerah.
- Kahirul Komar menjabat Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, usai bertugas di posisi serupa di Sekretariat Daerah.
Pesan Tegas untuk Kinerja dan Inovasi Wakil Bupati Marjito menegaskan, rotasi jabatan bukan sekadar pergantian orang, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kerja pemerintah daerah.
“Kinerja Pemkab OKU harus meningkat. Pejabat baru harus memberi dampak nyata bagi pelayanan publik, keamanan, dan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik bekerja produktif, efektif, dan efisien, serta menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat rasa aman dan nyaman masyarakat.
Makna Humanis di Balik Rotasi Rotasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat birokrasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melindungi kelompok rentan, mencegah kekerasan, dan memastikan setiap warga OKU merasa aman di lingkungannya. (bet)














