
TOLAK MBG : Sejumlah pelajar Papua turun ke jalan menolak program Makan Bergizi Gratis. Mereka membentangkan spanduk menuntut pendidikan gratis.
Pelajar Yahukimo mengecam keras pelibatan aparat TNI. Aparat mendistribusikan logistik makanan menggunakan mobil perang militer. Tindakan intimidatif tersebut memicu trauma dan ketakutan para siswa. Kehadiran tentara justru menghancurkan rasa aman anak-anak di sekolah.
Merespons hal ini, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin membenarkan pengerahan prajurit. Ia beralasan situasi keamanan wilayah belum sepenuhnya berjalan kondusif. Di sisi lain, kekerasan oknum ASN menodai unjuk rasa Nabire. Meski oknum tersebut membantah, rekaman video membuktikan aksi kasarnya.
Prioritas Jakarta yang Keliru
Yayasan Pendidikan Katolik turut menyatakan sikap tegas. Mereka melarang program MBG berlanjut di sekolah. Kepala Sekolah Karpus Belau menuntut fasilitas belajar. Masyarakat lebih butuh sarana pendidikan yang layak. Ironisnya, oknum ASN Nabire terekam menendang siswa.
Sikap Dingin Badan Gizi Nasional
Kepala Badan Gizi, Dadan Hindayana, menanggapi santai. Ia menghormati pihak yang menolak bantuan makanan. Pemerintah tetap memaksakan program di 38 provinsi. Sikap ini seolah mengabaikan luka rakyat Papua. Protes ini menjadi tamparan keras bagi Jakarta. (*)
