Operasi penuh ini menjadi bagian penting dalam mengejar target produksi migas tahun 2026. PEP Zona 4 menargetkan produksi minyak sebesar 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD.
Untuk mencapainya, perusahaan mengandalkan Program 3P, yaitu People, Plant, dan Procedure. Program ini berfungsi mengendalikan risiko dan mencegah kecelakaan kerja di wilayah Migas Prabumulih dan sekitarnya.
Djudjuwanto terus mengingatkan stafnya agar disiplin terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Hal ini terbukti efektif dengan capaian Zero Lost Time Injury (LTI) pada tahun sebelumnya.
Sinergi dengan Masyarakat Sekitar
Keberhasilan operasional PT Pertamina EP ini juga membutuhkan dukungan penuh dari warga sekitar. Perusahaan mengajak masyarakat untuk aktif menjaga keamanan wilayah operasi migas.
Masyarakat diharapkan mematuhi batas zona aman atau buffer zone yang telah ditetapkan. Hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan di sekitar fasilitas.
“Mohon perhatikan rambu-rambu buffer zone, karena ini membantu menjaga keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” pesan Djudjuwanto.
Wilayah operasi PEP Zona 4 sendiri mencakup area yang sangat luas di Sumatera Selatan. Cakupannya meliputi dua kota dan sembilan kabupaten, mulai dari Prabumulih hingga Musi Banyuasin.
Seluruh operasional ini berada di bawah pengawasan ketat SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan.
Dengan pengawasan ini, perusahaan optimistis target produksi dan keselamatan kerja HSSE tetap terjaga optimal. (*)












