“Tidak boleh ada hasil tani masyarakat yang ditolak,” tegasnya.
Bupati Ratu menyebut dapur ini sebagai pasar bagi petani. Hal ini menjamin perputaran uang tetap di tangan rakyat.
Gubernur Laka Lena melihat potensi ekonomi yang sangat besar. Ia memproyeksikan arus uang masuk SBD mencapai Rp1 triliun. Proyeksi ini berasal dari program nasional dan aktivitas koperasi.
“Ini adalah peluang raksasa bagi SBD,” ujar Gubernur Laka Lena.
Pemerintah dituntut kreatif mengelola efisiensi anggaran daerah secara optimal. Gubernur juga menyoroti pentingnya akurasi data sasaran program bantuan.
Pemerintah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3 triliun. Dana ini dialokasikan khusus untuk wilayah NTT tahun ini.
“Skema perbankan harus kita dorong memajukan masyarakat,” tambahnya.
SBD berpotensi menjadi pusat niaga di daratan Pulau Sumba. Sejumlah pejabat tinggi provinsi turut hadir dalam pertemuan ini.
Kunjungan di SBD menutup rangkaian kerja Gubernur di Sumba. Gubernur juga meninjau NTT Mart di wilayah Tambolaka. Peninjauan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap produk UMKM lokal. (*)