JEMBER  

Petaka MBG : 112 SMPN 1 Jember Keracunan

Dugaan kuat mengarah pada ketidakbecusan proses pengolahan makanan. Seorang wali murid mengungkap fakta mengerikan terkait kondisi menu ayam. Anaknya selamat karena menolak memakan daging tersebut.

“Bagian luar ayam tampak matang, namun bagian dalamnya masih berdarah,” ungkap saksi yang enggan disebut namanya.

Guru SMPN 1 Umbulsari, Wiyono, turut membongkar akar masalah. Pihak penyedia, SPPG Yayasan Baitul Huda Amanah, terlambat mengirim makanan hingga satu jam. Dapur diduga memasak secara asal-asalan demi mengejar waktu.

“Masakan dibuat cepat-cepat karena mereka terlambat datang,” cetus Wiyono.

Pelanggaran Fatal SOP

Investigasi Pemerintah Kabupaten Jember menemukan pelanggaran berat. Pj Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, berang karena penyedia tidak menyimpan sampel makanan. Hal ini menghambat uji laboratorium forensik.

“Pengelola dapur melanggar aturan karena membuang sampel makanan,” hardik Helmi.

Seharusnya, penyedia wajib menyimpan sampel menu selama dua hari berturut-turut. Hilangnya barang bukti ini memperkuat dugaan kelalaian fatal dalam manajemen dapur MBG. Aparat keamanan kini memantau ketat kasus yang membahayakan nyawa ratusan pelajar tersebut. (*)

Exit mobile version