### Kerugian Capai Rp 10Juta

Tampak puing-puing bangunan berupa atap gelombang dan kayu yang hangus berserakan di tanah setelah peristiwa kebakaran.
TRANSPARANN.ID, OKU – Peristiwa kebakaran di Baturaja Timur menghanguskan sebuah warung jajanan es milik pasangan suami istri di Jalan Gotong Royong. Insiden yang terjadi pada Kamis malam ini memicu kepanikan warga di Kelurahan Kemalaraja.
Api melalap bangunan semi permanen berukuran 3 x 4 meter tersebut sekira pukul 18.20 WIB. Saat kejadian, pemilik warung tengah berada di rumah untuk berbuka puasa.
“Korban melihat api sudah membesar dari arah warungnya yang tidak jauh dari rumah,” ujar Ketua RW 05, Awang (54), di lokasi kejadian.
Also Read
Kronologi Amukan Si Jago Merah
Berdasarkan fakta lapangan, api muncul saat kondisi lingkungan sekitar sedang sepi aktivitas. Warga yang melihat kepulan asap langsung berhamburan keluar rumah.
Saksi mata, Dodi (40), menyebutkan bahwa warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, material kayu bangunan membuat api merambat sangat cepat.
“Kami mencoba menyiram air seadanya, tapi api dengan cepat menghanguskan seluruh isi warung,” ungkap Dodi kepada wartawan.
Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memutus penjalaran api. Petugas berhasil menguasai keadaan sebelum api merembet ke bangunan permanen di sekitarnya.
Kerugian dan Penyelidikan Aparat
Pihak kepolisian segera mengamankan tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Garis polisi terpasang di sekitar sisa bangunan yang menghitam.
Kapolsek Baturaja Timur memberikan keterangan awal terkait dampak musibah yang menimpa Desi Elena (48) dan Fahrizal (49). Pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti munculnya titik api.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp10.000.000,” tegas perwakilan aparat kepolisian di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik warung masih tampak syok melihat tempat usahanya rata dengan tanah. Fokus utama petugas kini adalah memastikan tidak ada sisa bara api yang tersisa. (*)












