Yunita menegaskan video itu bertujuan sebagai bahan evaluasi. Pihak sekolah tidak bermaksud mencari sensasi semata.
Setelah video viral, Kepala SPPG Sei Rampah mendatangi sekolah. Ia memohon agar guru menghapus video tersebut. Namun, sekolah menolak sebelum ada perbaikan kualitas nyata.
Total 897 orang di sekolah itu menerima MBG. Sebelumnya, sekolah mendapat pasokan makanan dari SPPG lain. Saat itu, kualitas makanan selalu bersih dan aman. Pengalihan pemasok ini murni akibat kebijakan pemerataan distribusi.
Sekolah kini menuntut SPPG meningkatkan standar kebersihan dapur. Pemerintah juga harus mengawasi operasional penyedia makanan.
Menanggapi hal ini, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, angkat bicara. Pada Kamis (25/2), Rico mengakui kelalaian pihak dapurnya.
Ia sudah meminta maaf langsung kepada pihak sekolah. Rico berjanji akan mengevaluasi dan memperbaiki kualitas makanan. (*)