### Kasus Pembunuhan Mirna Salihin

Pertama kali Fristian Griec mewawancarai Jessica Kumala Wongso didampingi kuasa hukumnya Otto Hasibuan pasca bebas bersyarat.
TRANSPARANN.COM – Jessica Kumala Wongso, terpidana kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, resmi bebas bersyarat pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2024. Pembebasan bersyarat Jessica Wongso, Minggu (18/8/2024) ini, menandai babak baru dalam salah satu kasus kriminal yang paling menarik perhatian publik di Indonesia.
Jessica Wongso mendapatkan status bebas bersyarat setelah menjalani sebagian besar masa hukuman dari vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya pada tahun 2016. Keputusan pembebasan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, di mana seorang narapidana dapat mengajukan pembebasan bersyarat setelah memenuhi syarat-syarat tertentu, termasuk perilaku baik selama masa tahanan.
Also Read
Seperti dikutip portal ini dalam wawancara Jesika Kumala Wongso didampingi kuasa hukumnya Otto Hasibuan diwawancara Fristian Griec di https://www.youtube.com/@fristiangriecmediaofficial, Jessica Kumala Wongso mengungkapkan bahwa dirinya memafkan semua orang, siapun itu yang membuat dirinya menjalani hukuman 8 tahun 6 bulan penjara.
Dalam wawancara yang tersaji dalam https://www.youtube.com/watch?v=zh6XLfb5LbA&t=926s, bahwa Fristian Griec mengungkapkan bahwa dirinya menanti lebih dari 8 tahun dan dulu di 8 tahun lalu di Polda Metro Jaya dirinya harus berdesak – desakan dengan sesama wartawan dan juga siapapun yang ingin tahu dan mengikuti kasus ini di pengadilan.
“Saya buat masuk ke pengadilan aja harus datang dibawah dari jam 6. Kalau enggak saya enggak bisa masuk ke dalam, dan ini menjadi kasus yang paling disorot selama 8 tahun ini,” ucap Fristian.
Hari ini 8 tahun berlalu, lanjut Fristian, kejadian serupa terjadi karena dirinya harus berdesak – desakan melihat bagaimana proses Jessica dinyatakan bisa bebas bersyarat dan harus menjalani beberapa syarat di kejaksaan Negeri Jakarta Timur dan kemudian ke Badan Pemasyarakatan ternyata atensi publik begitu besar dan dirinya lama menantikan momen ini.
“Welcome home Jess, thank you sudah 8 tahun saya menanti ini. Untuk tadi di konferensi pers, Jes masih kaget dan belum bisa membayangkan apa yang akan Jess lakukan. Tadi saja saya sengaja berdiri di depan pintu Lapas, lihat kamu itu ada sekitar 6 atau 8 barikade, saya lihat matanya Jess kosong sekali, dan kita coba panggil – panggil gitu. Selamat datang kembali, saya enggak nyangka bisa berhadapan seperti ini dulu waktu masa sidang saya sulit sekali juga wawancara Jes,” ucap Fristian.
“Apa perasaan kamu, karena saya tahu kamu pasti sudah sangat bersyukur dan kaget. Tapi saya mau meng-highlight soal Jess bilang memaafkan siapun yang membuat Jes menjalani lebih dari 8 tahun setengah tahun penjara.. Maafkan semuanya, yakin?” tanya Fristian.
Jesika dalam sikap tenangnya, mengucapkan terima kasih kepada Fristian Griec Media Official sudah mengundang dirinya.
“Ya, saya menggunakan waktu yang saya dapatkan untuk saya menjalani hukuman saya di penjara untuk berdamai dengan keadaan dan orang – orang yang yang mungkin bersikap buruk pada saya di masa lalu. Jadi, menurut saya hal seperti itu, hal – hal yang buruk itu tidak perlu saya simpan dalam hati saya lagi karena itu tidak baik. Jadi ya harus saya lepaskan perlahan – lahan,” tukas Jessica.
Ditanyakan Fristian kepada Jessica, bahwa Jessica dipersepsikan sedemikian buruk. Secara psikologi dipersepsikan dibilang berdarah dinginlah oleh beberapa psikolog.
“Kamu maafin enggak apa – apa,” Tanya Fristian.
Dikatakan Jessica, dirinya tidak mempersoalkan. Dirinya berpendapat, mungkin mereka tidak mengenal dirinya jadi mereka hanya mengasumsikan kalau dirinya seperti itu.
“Mungkin beberapa video atau beberapa apa yang mereka lihat, terus mereka berbicara seperti itu, ya itu juga haknya mereka sih untuk berpikir seperti apa,” cetus Jessica.
“Tapi kan enggak gampang Jes, 8 tahun 6 bulan di dalam penjara,” kembali bertanya.
“Iya enggak gampang kalau dipikirin setiap hari. Hari itu hari yang baru, jadi saya besok hari harus jalanin yang baru lagi, harus saya jalanin harus lebih kuat lagi, pasti ada up and down-nya. Kadang saya juga ngerasa down kadang saya juga harus kembali lagi turun ke bawah untuk naik lagi ke atas. Itu juga hal yang harus saya lakukan secara rutin. Ya karena di Lapas itu kan walaupun saya diperlakukan dengan baik, tapi kan tetap aja saya jauh dari keluarga dari teman – teman dan orang – orang yang saya sayang. Mungkin itu sih hal yang paling berat untuk saya. Tapi kalau misalnya saya berniat untuk selalu positif, ya pasti itu akan terjadi,” tukas Jessica.
Fristian flashback, apakah Jessica masih ingat kalau setiap gerakannya selalu jadi perhatian. Seperti ketika Jessica mengenakan kacamata diartikan berbeda, senyum diartikan berbeda. “Masih ingat gak 2016 digituin sama orang,” tanya Fristian.
Dikatakan Jessica, dirinya masih ingat ketika orang menilai setiap tindakannya. Namun, Jessica berpendapat bahwa penilaian orang tersebut kembali lagi ke haknya orang – orang yang mau menilai dirinya.
“Saya juga enggak bisa bilang sama dia, oh enggak, saya enggak begitu, kamu salah atau ya kalau misalnya saya enggak melakukan hal ini mereka juga pasti akan menjudge saya seperti itu kalau memang udah di mindset mereka itu, saya itu bagaimana mereka akan selalu mengungkapkan itu apapun yang saya lakukan atau apapun yang saya pakai jadi, ya udah dibiarkan aja,” ucap Jessica. (bet)
Bersambung ……………..













