Sensasi mereka berlanjut pada babak 16 besar Liga Champions. Bodo/Glimt menghajar Sporting CP 3-0 pada laga leg pertama. Tiket perempat final seolah sudah berada dalam genggaman mereka.
Akhir Sang Cinderella
Akan tetapi, Sporting CP menghancurkan harapan tersebut. Laga leg kedua berlangsung di Lisabon, Selasa (17/3/2026). Klub mantan didikan Cristiano Ronaldo ini tampil sangat luar biasa. Mereka berhasil menyamakan agregat skor pada waktu normal pertandingan.
Goncalo Inacio mencetak gol pembuka pada menit ke-34. Pedro Goncalves lalu menggandakan keunggulan pada menit ke-61. Penalti Luis Suarez pada menit ke-78 mengubah skor menjadi 3-0. Agregat imbang 3-3 sehingga laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Memasuki babak tambahan, Sporting CP terus menekan pertahanan lawan. Maximiliano Araujo sukses mencetak gol cepat pada menit ke-92. Bodo/Glimt sebenarnya menurunkan susunan pemain utama terbaik mereka. Namun, mereka gagal menciptakan ancaman berarti ke gawang lawan.
Sebaliknya, Rafael Nel justru menambah gol bagi Sporting CP. Gol pada masa injury time itu menutup pesta tuan rumah. Pertandingan leg kedua pun berakhir dengan skor telak 5-0. Sporting CP berhak lolos berkat keunggulan agregat akhir 5-3.
Mencetak Sejarah Baru
Sporting CP mencetak sejarah baru pada ajang Liga Champions. Mereka menjadi klub ke-18 yang membalikkan ketertinggalan tiga gol. Sebelumnya, Liverpool dan AS Roma juga pernah melakukan hal serupa.
Selanjutnya, Sporting CP melaju ke babak perempat final. Mereka akan menghadapi pemenang antara Arsenal dan Bayer Leverkusen. (*)












