Memasuki babak kedua, Benfica tampil jauh lebih agresif. Mereka beberapa kali menekan lini pertahanan Real Madrid. Rafa, Pavlidis, dan Richard Ríos menciptakan banyak peluang berbahaya.
Akibatnya, lini belakang tuan rumah harus bertahan total. Beruntung, Thibaut Courtois tampil gemilang di bawah mistar gawang. Kiper ini melakukan sejumlah penyelamatan yang sangat krusial.
Momentum penentu kemenangan akhirnya datang pada menit ke-80. Real Madrid melancarkan serangan balik yang sangat cepat. Vinícius Júnior menuntaskan peluang itu dengan sangat tenang.
Ia melepaskan sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Gol ini kembali memanfaatkan umpan akurat Federico Valverde. Skor 2-1 langsung membakar semangat publik Santiago Bernabéu.
Sisa pertandingan pun berlangsung dengan sangat dramatis. Wasit memberikan tambahan waktu hingga sembilan menit lamanya. Benfica terus menekan pertahanan Madrid melalui skema bola mati.
Sementara itu, Madrid memilih bermain dengan taktik lebih pragmatis. Tensi tinggi memicu sejumlah pelanggaran pada menit akhir laga. César Palacios bahkan harus menerima hukuman kartu kuning.
Kemenangan ini membawa dampak besar bagi Real Madrid. Mereka resmi mengamankan tiket menuju babak 16 besar. Hasil ini juga mempertegas solidaritas tim terhadap Vinícius. Sebelumnya, ia mengalami insiden kontroversial pada leg pertama.
Bagi Benfica, kekalahan tipis ini menjadi pukulan berat. Kegagalan memaksimalkan peluang membuat wakil Portugal ini gugur. Kini, Real Madrid melaju dengan tingkat kepercayaan tinggi. (*)












