
KUNJUNGAN : Bunda PAUD Kabupaten OKU, Hj Zwesti Karenia SE, mengunjungi SD Negeri 01 Kabupaten OKU dalam rangka mensosialisasikan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dari Kemendikbud RI.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Hari pertama masuk sekolah, Bunda PAUD Kabupaten OKU, Hj Zwesti Karenia SE, mengunjungi SD Negeri 01 Kabupaten OKU.
Kedatangan Zwesti Karenia ke sekolah itu, dalam rangka mensosialisasikan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dari Kemendikbud RI.
Also Read
Dijelaskan Zwesti, yang perlu dilakukan satuan pendidikan untuk mewujudkan transisi tersebut, terutama dalam hal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masuk SD, yakni menghilangkan tes membaca, menulis, dan berhitung (Calistung).
“Kedua, menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik selama dua minggu pertama, baik PAUD maupun SD. Ketiga menerapkan pembelajaran yang membangun kemampuan fondasi anak di PAUD dan SD,” terang Zwesti.
Dikatakan Zwesti, biarkan peserta didik dengan perasaan senang dan gembira, datang ke sekolah. Sehingga, anak – anak tidak lagi merasa dibebankan tugas-tugas berat yang membuat mereka enggan untuk bangun pagi dan berangkat ke sekolah.
“Biarkan mereka pergi ke sekolah dengan bergembira, tidak takut dan ada keinginannya untuk kembali bersekolah karena menyenangkan,” tukas Zwesti.
Ditambahkan Zwesti, sesuai perubahan aturan dari Kemendikbud yang memberikan kesempatan kepada orang tua selama 2 minggu untuk mendampingi anak selama MPLS.
“Bahwa anak – anak belajar dari PAUD, TK dan SD sampai usia 8 tahun proses belajarnya masih dengan cara proses bermain. Karena anak – anak tersebut belum memiliki emosi yang stabil,” ungkapnya.
Diterangkannya, ada 6 pilar yang harus diperhatikan yaitu emosi, budaya, agama, tingkah laku, proses calistung, dan bagaimana cara kita orang tua mendidik anak dibekali dengan agama.
“Kepada orang tua, agar memberikan pelajaran dasar dulu yaitu pendidikan Agama, mental dan agama baik, itu adalah pondasi yang paling kuat untuk anak – anak menuju ke sekolah umum. Kita selaku orang tua harus mencontohkan perbuatan – perbuatan yang baik dan benar yang bisa membawa anak kita mencapai cita – cita untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Kepada dewan guru, lanjut Zwesti, agar memperhatikan anak – anak dengan memberikan pembelajaran yang baik berdasarkan kurikulum yang sudah tersusun dan juga memperhatikan pola – pola yang sudah ditetapkan Kemendikbud. Serta, jangan memaksakan anak untuk harus dan wajib bisa calistung pada masa transisi ini.
“Saya berharap dukungan semua pihak, baik orang tua dan guru, sehingga program ini bisa berjalan untuk generasi bangsa yang lebih maju,” pungkasnya.
Di sela – sela kegiatan kunjungan, Zwesti juga menyerahkan bingkisan alat tulis dan makanan tambahan bagi peserta didik. (jpn)
















