
PBD 1 : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Drs H Topan Indra Fauzi MM MPd memberikan arahan dalam Kegiatan MBS untuk perencanaan Berbasis Data (PBD) dari Rapor Pendidikan.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Adanya program prioritas Kemendikbudristek, diantaranya program Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk setiap satuan pendidikan dari mengelola data raport pendidikan dan data lain yang diperlukan untuk rencana pengembangan sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten OKU dalam hal ini Bidang Pembinaa SMP menggelar kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk Perencanaan Berbasis Data (PBD) dari Rapor Pendidikan.
Kegiatan ini berlangsung di aula SMP Negeri 2 Kabupaten OKU dan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Drs H Topan Indra Fauzi MM MPd dan dihadiri Plt Sekretaris Disdik Kabupaten OKU, Subri MPd MSi; Kabid Pembinaan SMP, Agus Stiawan SE MM; Kabid Pembinaan Ketenagakerjaan, Taufiq Hidayat S.Kom MM dan Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP, H Ade Ridwan SPd MSi serta peserta terdiri dari Bendahara dan Operator dari 52 SMP Negeri dan 15 SMP Swasta se Kabupaten OKU.
Also Read

PBD 2 : Plt Sekretaris Disdik Kabupaten OKU, Subri MPd MSi,; Kabid Pembinaan SMP, Agus Stiawan SE MM; Kabid Pembinaan Ketenagakerjaan, Taufiq Hidayat S.Kom MM dan Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP, H Ade Ridwan SPd MSi turut hadir pada kegiatan MBS untuk PBD dari Rapor Pendidikan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Drs H Topan Indra Fauzi MM MPd, meminta kepada para peserta, dengan terlaksananya kegiatan ini dapat mengevaluasi dan membenahi aspek-aspek mana saja yang tertinggal dan perlu ditingkatkan.
“Alasan kegiatan ini dilaksanakan untuk merubah pola manajemen konvensional menjadi pola manajemen berbasis sekolah dan juga meningkatkan mutu pendidikan di sekolah melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola sumber daya yang tersedia,” ucap Topan.
Selain itu, lanjut Topan, serta peningkatan kepedulian warga sekolah dan masyarakat melalui pengambilan keputusan bersama dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Selain itu juga untuk meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah,” tukas Topan.

PBD 3 : Peserta yang hadir.
Kabid Pembinaan SMP, Agus Stiawan, mengatakan, bahwa maksud MBS Sekolah mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi sekolah sehingga dapat lebih mengoptimal pemanfaatan sumber daya yang ada. “Sehingga pengambilan keputusan lebih partisipatif terutama dalam hal menetapkan sasaran peningkatan mutu, menyusun rencana peningkatan mutu, melaksanakan rencana peningkatan mutu dan melakukan evaluasi pelaksanaan peningkatan mutu,” ucap Agus.
Kegiatan ini, lanjut Agus, bertujuan merancang rencana kerja tahunan sekolah melalui perencanaan berbasis data dari rapor pendidikan. Dengan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya rancangan RKT Tahun 2024, dokumen PBD Tahun 2024, dokumen Rapor Pendidikan Tahun 2023, “Sebagai bahan dokumen perencanaan yang akan dilaksanakan oleh satuan pendidikan,” pungkas Agus. (jpn)















