### Tunggu Hasil Lab dari Badan POM dan BBLK

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Deddy Wijaya.
TRANSPARANN.ID – Kasus dugaan keracunan makanan di SMP Negeri 9 OKU terus bergulir. Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya, menegaskan pihaknya memiliki kewenangan pengawasan, namun tidak bisa hadir setiap hari di dapur penyedia makanan. Ia menjelaskan, pengawasan harian dilakukan oleh petugas gizi dari BGN, bukan dari Dinas Kesehatan.
Deddy mengungkapkan, timnya sudah mengambil sampel nasi, sayur, dan daging ayam untuk diperiksa di Balai POM dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). “Hasil lab belum keluar, kita tunggu saja. Apapun hasilnya akan kami sampaikan,” tegasnya.
BACA JUGA : https://transparann.id/sppg-sukaraya-bungkam-kasus-smpn9-oku/
Also Read
Jika terbukti makanan tidak layak konsumsi, Deddy menegaskan sanksi bukan ranah Dinas Kesehatan, melainkan kewenangan aparat penegak hukum. Ia menambahkan, Satgas MBG di OKU akan segera rapat dan melaporkan perkembangan kasus ini ke pimpinan.
Meski 12 siswa terdampak, Deddy meminta masyarakat tidak panik berlebihan. Dari 3 ribuan siswa penerima MBG, 12 yang sakit. Ini tetap salah, tapi jangan digeneralisasi. “Saya melihatnya sebagai kelalaian dapur, bukan berarti semua dapur bermasalah dan momen ini tetap dijadikan instropeksi dan evelasi sehingga kedepan jangan sampai salah lagi,” tegasnya.
Deddy juga menekankan, keputusan apakah dapur atau catering masih digunakan atau tidak, sepenuhnya berada di tangan BGN Korwil OKU, bukan Dinas Kesehatan. Ia memastikan hasil laboratorium tidak akan ditutup-tutupi dan akan disampaikan secara terbuka.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras agar pengelola dapur lebih disiplin menjaga kebersihan dan kualitas makanan, demi keselamatan anak-anak sekolah. (bet)













