
Dinas Pendidikan Kabupaten OKU membuka posko pengaduan terkait ijazah hilang atau hanyut bagi korban terdampak banjir.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyatakan kesiapannya untuk membantu warga yang menjadi korban banjir dengan menerbitkan surat pengganti ijazah yang rusak atau hilang akibat bencana tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan OKU, Drs H Topan Indra Fauzi MM MPd, banjir besar yang melanda pada Selasa lalu (7/5) menyebabkan banyak dokumen penting, termasuk ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), rusak atau hilang.
Dalam respons cepat, Disdik OKU telah menyiapkan tim untuk membantu menerbitkan ijazah pengganti bagi warga yang terdampak.
Also Read
“Saat ini masih ada di beberapa tempat yang masih banjir, sehingga bisa dipastikan banyak dokumen penting warga yang rusak akibat terendam banjir. Di antaranya, ijazah atau STTB (Surat Tanda Tamat Belajar),” ungkapnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten OKU menerima pengaduan terkait ijazah hilang atau hanyut bagi korban terdampak banjir.
Kerjasama telah terjalin antara Disdik OKU dan Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil OKU dalam membuka posko pengaduan di rumah Dinas Kabupaten OKU.
“Korban banjir diminta untuk segera melaporkan ijazah yang rusak beserta KTP, untuk kemudian ditangani oleh tim yang telah disiapkan,” jelasnya.
Ditambahkan Topan, bahwa bagi yang kehilangan ijazah akibat hanyut, pelayanan tetap akan diberikan.
“Kalau hilang, silahkan bawa fotocopi ijazah dan surat keterangan dari pemerintah setempat sebagai bukti bahwa mereka lulusan sekolah tersebut dan karena terkena dampak banjir serta keterangan bahwa benar mereka lulusan sekolah tersebut, nanti tim akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan keabsahan informasi tersebut,” terang Topan.
Sementara kalau ijazahnya yang hilang karena hanyut juga tetap dilayani. Silahkan bawa fotocopyan dan kalau juga ilang semua silahkan bawa surat keterangan dari pemerintah setempat karena terkena dampak banjir dan keterangan bahwa benar mereka lulusan sekolah tersebut.
“Nanti kita telusuri apakah benar sekolah disana,” ungkapnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten OKU menerima pengaduan terkait ijazah hilang atau hanyut bagi korban terdampak banjir.
Hingga saat ini, terdapat sebanyak 10 pengaduan terkait ijazah SD dan 7 pengaduan terkait ijazah SMP yang telah dilaporkan kepada pihak Disdik OKU. Langkah ini diharapkan dapat membantu korban banjir untuk mendapatkan kembali dokumen penting mereka.(jpn)













