
“Pemilik barcode mungkin bisa tidur nyenyak, tapi bagaimana nasib kami yang rutin memakai Dexlite? Mesin kami hancur jika harus menenggak Solar subsidi,” protes seorang warga yang menolak identitasnya dipublikasikan.
Misteri Distribusi yang Macet
Portal ini http://transparann.id melihat ke SPBU UB, SPBU Air Paoh, SPBU Air Karang, dan SPBU Bakung mendapati fakta mengkhawatirkan. Para petugas di lapangan mengakui kekosongan stok, namun mereka memilih bungkam soal penyebab pastinya.
“Kami hanya menerima distribusi. Kapan Dexlite datang, kami buta informasi,” aku seorang petugas SPBU yang enggan disebut namanya. Petugas lain menimpali bahwa permintaan pasar melonjak, namun pengiriman dari pusat macet total selama sepekan terakhir.
Tanda Tanya Besar untuk Pertamina
Situasi ini memantik spekulasi liar di ruang publik. Apakah ini murni kendala teknis distribusi, pengurangan kuota secara diam-diam, atau ada permainan di balik layar yang mengorbankan rakyat? Hingga berita ini kami turunkan, Pertamina maupun instansi terkait belum merilis keterangan resmi. Kebisuan otoritas justru semakin memperkeruh suasana.
Warga mendesak Pemerintah Daerah dan Pertamina segera turun gunung. Kelangkaan Dexlite bukan sekadar masalah tangki kosong, melainkan ancaman nyata yang melumpuhkan roda ekonomi pelaku usaha pengguna logistik diesel non-subsidi.
“Kami butuh kepastian, bukan alasan. Jangan biarkan masyarakat terus-menerus menjadi korban,” tegas warga menuntut solusi. (bet)