### Sumsel Lumbung Minyak Tapi Krisis BBM

SPBU 24.321.61 di Ari Karang.
TRANSPARANN.ID – Jeritan warga Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, kembali memecah keheningan malam. Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite menghantam wilayah ini secara brutal, memicu gelombang keresahan di tengah masyarakat.
Sebuah ironi besar terpampang nyata; Sumatera Selatan yang menyandang gelar lumbung energi, justru gagal menjamin ketersediaan bahan bakar di “rumahnya” sendiri.
Pantauan portaal ini di lapangan pada Minggu malam, 14 Desember 2025, pukul 21.00 WIB, menemukan fakta stok Dexlite “lenyap” total dari peredaran. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis seperti SPBU Batu Air Paoh, SPBU UB di Jalan Lintas Tengah Sumatera, SPBU Air Karang, hingga SPBU Bakung Kemalaraja, kompak memasang palang pemberitahuan nihil stok.
Absennya pasokan ini sontak memukul telak para pengguna kendaraan bermesin diesel, terutama mereka yang menjadikan Dexlite sebagai ‘nadi’ operasional kendaraannya.
“Sudah seminggu Dexlite menghilang. Kami memutar kemudi dari satu SPBU ke SPBU lain, hasilnya nihil,” cetus seorang warga Baturaja dengan nada tinggi saat ditemui di lokasi SPBU, Minggu malam.
Kekecewaan warga kian memuncak mengingat status wilayah Sumsel yang kaya sumber daya alam. “Miris rasanya. Perut bumi Sumsel ini kaya minyak, tapi BBM jenis tertentu justru kosong melompong,” timpal warga lain meluapkan kekecewaannya.
Ketimpangan di Jalur Pom Bensin
Dampak kelangkaan ini menyasar paling keras pada pemilik mobil diesel non-subsidi. Tanpa barcode subsidi, mereka haram menyentuh Solar subsidi. Di sisi lain, ketimpangan mencolok terjadi di lapangan; kendaraan pemilik barcode masih melenggang mudah mendapatkan Solar subsidi. Bahkan, para pengecer di beberapa titik masih leluasa menjajakan solar tersebut secara bebas.