Derita Siswa Waru Usai Santap Menu MBG

Kritik Tajam Wali Murid

Insiden ini sontak memantik amarah dan kritik pedas dari para wali murid terhadap pengelola program. Suami Istiana menilai pemerintah gagal menjamin keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa.

Ia menuntut agar anggaran makan gratis sebaiknya langsung diserahkan kepada orang tua siswa.
“Lebih baik uangnya berikan ke kami, biar orang tua masak sendiri,” tegasnya penuh emosi.

Menurutnya, orang tua pasti lebih bertanggung jawab dan mengerti kebutuhan gizi serta alergi anak mereka. Kelalaian pengawasan ini dinilai mempertaruhkan nyawa siswa demi sebuah program birokrasi.

Pengakuan Pihak Pengelola

Pihak pengelola MBG Waru akhirnya buka suara terkait insiden yang mencoreng nama baik program ini. Yedi Kesuma, PIC Mitra Dapur MBG Kecamatan Waru, mengakui menu tersebut berasal dari pesanan mitra UMKM.
“Hari ini perdana kami mencoba memberdayakan UMKM, bukan produksi dapur sendiri,” dalih Yedi.

Ia berjanji menjadikan musibah ini sebagai bahan evaluasi internal agar tidak terulang kembali. Yedi mengklaim dari 1.040 porsi, mayoritas aman, namun 25 porsi puding tersebut ternyata bermasalah.

Pemerintah Janji Evaluasi

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh orang tua terdampak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan investigasi menyeluruh.
“Kasus ini di luar nalar. Segala sesuatu yang dianggap baik tetap harus kami evaluasi,” kata Waris.

Pemerintah menduga kurangnya pengawasan ketat pada menu tambahan seperti buah atau puding menjadi penyebab utama.


Pihaknya berencana memanggil seluruh pihak terkait, termasuk penyedia makanan, untuk dimintai pertanggungjawaban. “Kami minta maaf. Ini bukan kesengajaan, tapi kami akan perbaiki sistem pengawasan,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version