Ia menaruh perhatian khusus pada penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPD).
Keterlambatan administrasi pasti menghambat pelaksanaan program pemerintah tahun 2026.
Di sisi lain, Bupati mengapresiasi kinerja Satpol PP SBD dalam menertibkan pedagang kaki lima.
Petugas telah membersihkan bahu jalan negara dari aktivitas perdagangan liar.
Langkah tegas ini penting demi menjaga ketertiban serta keselamatan pengguna jalan raya.
“Kita menata kota agar lebih aman, bukan untuk mematikan usaha masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah berencana segera meresmikan Tambolaka Kuliner Center sebagai solusi.
Fasilitas ini menyediakan tempat berjualan yang layak bagi pelaku UMKM lokal.
Bupati menargetkan peresmian pusat kuliner tersebut paling lambat pada 20 Februari 2026.
“Penataan kota harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat,” pungkasnya. (*)