### Pemkab OKU Bangun Drainase April 2026

Koordinasi intensif antara pihak BPBD dan kepolisian untuk penanganan lalu lintas dan genangan air di Jalan Dr Mohammad Hatta.
TRANSPARANN.ID, OKU – Pemkab OKU bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) segera merealisasikan solusi banjir Baturaja secara permanen.
Pemerintah akan membangun infrastruktur box culvert untuk mengatasi genangan air langganan yang kerap melanda kawasan Jalan Dr Mohammad Hatta, Sukaraya, Baturaja Timur.
Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, menjelaskan bahwa pemicu utama banjir adalah ketidakmampuan sistem drainase jalan dalam menampung debit air saat hujan deras.
Also Read
Gorong-gorong yang membelah jalan lintas Sumatera tersebut kondisinya sudah tidak memadai. Selain itu, kendala utamanya adalah status infrastruktur tersebut merupakan jalan nasional, sehingga kewenangannya berada murni di tangan BBPJN.
Meskipun kewenangan berada di pusat, Pemkab OKU tidak tinggal diam dan terus melakukan upaya koordinasi secara proaktif.
“Masalahnya di gorong-gorong, tapi gorong-gorong masuk itu jalan nasional yang secara kewenangan bukan di Pemkab. Kita sudah berkoordinasi untuk segera diperbaiki gorong-gorong itu, Insya Allah tahun ini akan dibongkar oleh balai jalan Kemen-PU dan Pemkab,” tegas Teddy.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Pemkab OKU sebenarnya telah mengajukan permohonan pembangunan box culvert sejak tahun 2023 lalu.
Berkat dorongan kuat di bawah kepemimpinan Bupati Teddy, proyek pengentasan banjir ini akhirnya dipercepat dan dijadwalkan mulai dibangun pada April 2026.
Kepala Bapelitbangda OKU, Yoyin Arifianto, memaparkan bahwa usulan yang melintasi jalan nasional memang membutuhkan proses administrasi yang matang.
“Dan Alhamdulillah koordinasi Bappelitbangda dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan pada tanggal 3 Februari 2026, didapat informasi bahwa sudah dilakukan pemesanan box culvert dengan ukuran 1,5 meter,” terangnya.
Selanjutnya, pengerjaan proyek fisik akan menyesuaikan dengan kelancaran mobilitas agenda nasional agar tidak merugikan masyarakat umum.
“Koordinasi terakhir dengan pihak Balai Besar melalui pesan singkat pada tanggal 25 Maret 2026, didapat informasi bahwa pengerjaan akan dilaksanakan setelah arus mudik lebaran selesai, karena dikhawatirkan mengganggu kelancaran lalu lintas pada saat arus mudik,” tambah Yoyin.
Sembari menunggu realisasi pembangunan, Pemkab OKU rutin menerapkan mitigasi jangka pendek. BPBD OKU selalu turun ke lapangan untuk membersihkan saluran air dan menyedot genangan demi mengurangi dampak banjir bagi warga sekitar lokasi.
Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, menegaskan kesiapan timnya dalam merespons genangan air di kawasan tersebut.
“Di titik yang tersumbat kita melakukan upaya penyedotan. Setiap ada genangan BPBD menurunkan personil, 3 mesin alat sedot, dan 1 mobil tangki untuk dilakukan penyedotan saluran drainase di Kelurahan Sukaraya. Kemarin kami bersama BBPJN telah melakukan pengukuran pada titik lokasi penyumbatan saluran drainase, benar InsyaAllah April ini akan dibangun,” pungkas Gunalfi. (*)














