### Pemkab Paluta Batasi Penjualan di SPBU

SPBU di Gunung Tua, Kabupaten Paluta sepi aktivitas lantaran tidak tersedia BBM.
TRANSPARANN.ID, PADANG LAWAS UTARA – Aktivitas warga Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) lumpuh akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Krisis ini muncul karena bencana banjir dan longsor yang memutus distribusi BBM dari Pertamina.
Banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Sumatera Utara secara langsung mengganggu pasokan BBM. Akibatnya, sejumlah SPBU di Paluta mengalami kekosongan stok.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Paluta, Netty Joeana, menjelaskan bahwa bencana tersebut memaksa pengalihan suplai dari Depot Pertamina Sibolga ke Depot Pertamina Dumai. “Armada dari Dumai kemudian dibagi untuk melayani sejumlah wilayah, termasuk Paluta,” ujarnya.
Also Read
Netty memaparkan, pasokan untuk Paluta kini berjalan dengan sistem terjadwal. Setiap kali pasokan datang, hanya dua SPBU yang melayani pengisian. “Pengawalan ketat dilakukan oleh gabungan Polisi, TNI, Satpol PP, dan Pemda untuk menjaga ketertiban,” tambahnya.
Untuk menekan kepanikan, Pemkab Paluta segera menerbitkan surat himbauan. Pemerintah meminta para pengecer mengurangi aktivitas yang memicu kenaikan harga. Kebijakan pembatasan pembelian di SPBU juga diberlakukan, yaitu maksimal 3 liter untuk sepeda motor dan 15 liter untuk mobil.
“Kami berharap krisis ini cepat berlalu agar aktivitas warga kembali normal. Kami minta masyarakat bersabar, tidak panik, dan aparat mengawasi penyaluran agar tidak diselewengkan,” harap Netty.
Sementara di lapangan, warga harus merogoh kocek lebih dalam. Di Gunung Tua, harga eceran Pertalite meroket menjadi Rp 20.000 per liter. Seorang pengecer mengaku bahan bakunya dibeli dari agen di Dumai seharga Rp 18.000 per liter. “Itu pun sangat sulit mendapatkannya,” keluhnya.
Pemkab Paluta menyatakan terus memantau situasi dan berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk mengatasi kelangkaan BBM yang mendera wilayahnya. (haryan)















