### Warga berharap pemerintah segera bertindak atasi banjir

Salah satu rumah di Dusun V, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, terendam banjir. Rabu, 5 Maret 2025, pukul 21.30 WIB.
TRANSPARANN.COM – Puluhan rumah di Dusun V, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU) kembali terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore hari. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, membuat warga kesulitan beraktivitas dan membersihkan rumah mereka dari genangan air.
Menurut Yudistira, salah satu warga terdampak, banjir ini bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut bahwa setiap kali hujan deras turun, permukiman mereka selalu terendam air.
“Setiap kali hujan deras, pemukiman kami selalu terkena banjir. Bahkan, air bisa sampai selutut orang dewasa,” ujar Yudistira dengan nada cemas.
Also Read
Ia menjelaskan bahwa buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama banjir yang kerap melanda kawasan ini. Saluran air yang kecil tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi, sehingga air meluap ke rumah-rumah warga.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki sistem drainase. Kondisi ini sudah menjadi langganan setiap musim hujan,” tambahnya.
Banjir yang terjadi sore ini semakin memperparah keadaan karena banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka dari genangan air. Beberapa perabot rumah tangga dan alat elektronik mengalami kerusakan akibat terendam air. Selain itu, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama bagi mereka yang harus bekerja atau bersekolah keesokan harinya.

Salah satu rumah di Dusun V, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, terendam banjir. Rabu, 5 Maret 2025, pukul 21.30 WIB.
Menurut pantauan di lokasi, sejumlah warga berusaha menguras air yang masuk ke rumah mereka dengan peralatan seadanya. Beberapa warga juga terlihat membersihkan lumpur yang terbawa air banjir ke dalam rumah mereka.
Sementara itu, warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir. Mereka khawatir hujan akan kembali turun dan memperparah situasi.
Pemerintah desa dan kecamatan setempat telah menerima laporan terkait banjir ini. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tindakan konkret yang diambil untuk mengatasi masalah drainase yang menjadi akar permasalahan.
“Kami ingin solusi jangka panjang agar banjir ini tidak terus terjadi. Mungkin ada baiknya dilakukan normalisasi sungai atau pelebaran drainase agar air bisa mengalir dengan lancar,” usul Yudistira.
Banjir yang terjadi di Dusun V ini menjadi pengingat bahwa sistem drainase yang buruk dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa depan.
Hingga saat ini, warga masih berjibaku dengan genangan air yang belum surut sepenuhnya. Mereka berharap ada bantuan dari pihak terkait, baik berupa peralatan untuk menyedot air maupun bantuan logistik bagi warga yang terdampak.
Musim hujan masih berlangsung, dan jika tidak ada upaya serius dari pemerintah, bukan tidak mungkin banjir seperti ini akan kembali terjadi dalam waktu dekat. (bet)













