Dinas Pendidikan mengambil langkah ini untuk memperkuat karakter peserta didik. Siswa dapat fokus beribadah puasa bersama keluarga di rumah.
Selanjutnya, Kadarisman meminta siswa mengisi waktu luang dengan aktivitas bermanfaat. Mereka harus meningkatkan keimanan melalui ibadah dan kepedulian sosial.
Pihak sekolah juga wajib menyesuaikan jam belajar selama Ramadan. Sekolah akan memangkas durasi setiap jam pelajaran sebanyak 10 menit.
Selain itu, guru harus meniadakan kegiatan fisik yang memberatkan. Guru mengganti praktik olahraga dengan penyampaian materi teori di kelas.
“Kami berharap satuan pendidikan memaksimalkan kegiatan kerohanian untuk membentuk akhlakul karimah siswa,” pungkasnya. (*)