
Peserta ANBK dari PKBM Al Kahfi.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – ANBK adalah upaya penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar hingga menengah. Program ini dilaksanakan setiap tingkat sekolah secara online atau semi online.
Dilansir dari anbk.kemendikbud, ANBK merupakan program evaluasi yang diselenggarakan Kemendikbud Ristek guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh tingkat pendidikan.
Also Read
“Ada tiga instrumen penilaian dari ANBK, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Mengukur literasi membaca dan matematika atau numerasi murid. Survei Karakter, mengukur nilai, sikap, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa. Survei lingkungan belajar, mengukur kualitas aspek input serta proses belajar-mengajar di kelas ataupun tingkat satuan Pendidikan,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Drs H Topan Indra Fauzi MM MPd melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUDNI, Junaidi SE.

Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUDNI, Junaidi SE memantau pelaksanaan ANBK di SKB.
Dijelaskan Junaidi, dalam pelaksanaannya, AKM menjadi tolak ukur penilaian yang paling komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa. Penilaian ini dilakukan dengan pengerjaan soal yang pastinya berbeda dengan soal Ujian Nasional, sehingga para siswa perlu melakukan mempersiapkannya sebaik mungkin.
“Tujuan ANBK Kemdikbud adalah meningkatkan kemampuan literasi para siswa. Dengan program ini, kita dapat mengukur sejauh mana kemampuan literasi membaca setiap siswa. Hal tersebut bisa dijadikan bahan evaluasi untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi masing-masing siswa,” jelasnya.
Hasil ANBK nantinya akan digunakan untuk memantau perkembangan mutu pendidikan di Indonesia dari waktu ke waktu. Sebab, asesmen nasional ini memberikan gambaran karakteristik esensial paling efektif dari satuan pendidikan untuk mencapai tujuan tersebut. “Sebelumnya, pelaksanaan ANBK Paket C tanggal 28 – 29 Agustus 2023 adapun peserta ANBK Paket C Tahun 2023 di Kabupaten OKU berjumlah 130 orang dengan rincian setiap PKBM yaitu SKB OKU 7 orang, PKBM FIVTY GRUP 29 orang, PKBM AL KAHFI 7 orang, PKBM AL GHOZALI 13 orang, PKBM BHAKTI BANGSA 3 orang, PKBM TANI KARYA 48 orang dan PKBM ASOKA 21 Orang. Alhamdulillah kemarin pelaksanaan berjalan dengan lancar, dan minggu depan Paket B juga akan melaksanakan ANBK,” pungkasnya. (jpn)















