### Proyek Gizi Anak Sekolah Abaikan Protein

POTRET BUKTI : Inilah wujud nyata paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten OKU selama Ramadan. Menu kering ini hanya berisi kacang, kurma, roti, dan salak. Standar menu ini sangat jauh dari kebutuhan protein harian anak sekolah.
TRANSPARANN.ID, OKU – Siswa di Kabupaten OKU menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pembagian terjadi pada awal Ramadan di pagi hari. Namun, menu ini memicu kritik tajam masyarakat.
Hendra, orang tua siswa, membongkar kebobrokan menu tersebut. Penyedia hanya memberikan gorengan, jagung, kacang, dan salak. Makanan ini tersimpan di dalam kantong kresek atau mika ataupun kantong sejenis lainnya.
Selanjutnya, masalah gizi menjadi sorotan utama. Anak-anak membutuhkan asupan protein tinggi saat berbuka puasa.
Also Read
Faktanya, menu MBG ini sangat miskin protein. Kandungan protein menu itu hanya sekitar 4-6 gram. Angka ini jelas mengkhianati tujuan awal program pemerintah. Padahal, tubuh anak membutuhkan 35-45 gram protein harian.
Selain itu, dominasi gorengan memperparah kualitas asupan gizi. Penyedia berlindung di balik alasan kepraktisan distribusi Ramadan.
Mereka sengaja menghindari makanan basah agar tidak basi. Namun, dalih ini tidak membenarkan pemangkasan standar gizi.
Baim, orang tua lainnya, mengecam keras kebijakan ini. Ia menuntut penyedia mengganti gorengan dengan telur rebus. “Penyedia jangan asal membagikan paket,” tegas Baim.
Sementara itu, Ibrahim Hading turut mengkritisi proyek ini. Ia menilai pemerintah wajib mengevaluasi total program MBG.
Kritik ini merupakan bentuk pengawasan atas uang rakyat. Program ini memakai anggaran negara, bukan dana pribadi.
Oleh karena itu, dampak gizi wajib menjadi prioritas. Penyedia tidak boleh mengorbankan kualitas demi meraup untung.
Kesimpulannya, standar gizi anak tidak boleh dimanipulasi. Rendi menegaskan bahwa gizi tidak boleh ikut berpuasa.
Pemerintah harus mengusut tuntas kualitas menu MBG ini. Evaluasi ketat wajib berjalan agar anggaran tidak bocor. Jangan biarkan oknum proyek bermain di bulan suci. (*)













