### Tips Aman Turunan Pakai Mobil Matik

Pengemudi mengoperasikan tuas transmisi mobil matik. Memindahkan tuas ke gigi rendah bantu optimalkan efek engine brake.
TRANSPARANN.ID – Banyak pengemudi salah paham soal engine brake mobil matik. Padahal, fitur ini sangat penting saat melintasi jalan menurun.
Sebagian orang mengira mobil matik tidak punya engine brake. Akibatnya, mereka hanya mengandalkan pedal rem untuk melambatkan kendaraan. Kebiasaan ini sangat berisiko. Rem akan bekerja terlalu keras di area turunan panjang. Keselamatan berkendara Anda pun menjadi terancam karenanya.
Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Center memberi penjelasan. Mobil matik modern otomatis menurunkan gigi saat pengemudi mengerem.
Also Read
“Misalnya, gigi 5 otomatis turun ke gigi 3 saat mengerem,” ujar Jusri. Saat pengemudi melepas rem, engine brake pun muncul seketika.
Namun, efek ini hilang jika tuas tetap di posisi D. Transmisi otomatis menaikkan gigi saat beban mesin mobil berkurang. Akibatnya, gigi naik lagi ke posisi 4 atau 5. Harapan mendapat engine brake besar pun gagal tercapai.
Oleh karena itu, Jusri menyarankan sebuah teknik sederhana. Teknik ini mengoptimalkan engine brake saat kondisi darurat. Praktiknya cukup mudah untuk Anda lakukan.
Anda hanya perlu memindahkan tuas ke posisi 2 (D2). Lakukan perpindahan tuas tersebut sambil menginjak pedal rem. Setelah itu, lepaskan pedal rem secara perlahan. Engine brake akan langsung bekerja menahan laju mobil Anda.
Selanjutnya, Anda bisa mengulang teknik ini sesuai kebutuhan. Efek perlambatan laju mobil pun bisa Anda atur mudah. Saat tuas pindah ke gigi rendah, putaran mesin naik. Namun, perpindahan ke posisi gigi lebih tinggi tidak terjadi.
Pada kondisi ini, Anda bisa menginjak pedal rem lagi. Ulangi langkah tadi sampai mencapai kecepatan yang aman. “RPM naik tapi gigi tetap. Injak rem kembali,” pesannya.
Lebih lanjut, Jusri juga menjelaskan tentang situasi darurat. Jika engine brake di posisi D2 kurang, turunkan tuasnya. Anda bisa langsung menurunkan tuas ke posisi 1 (D1/L).
Cara ini tentu menghasilkan engine brake yang lebih besar. Walaupun, efeknya tidak sebesar engine brake mobil transmisi manual.
Teknik ini menjadi solusi jitu melewati jalur turunan panjang. Rem mobil Anda tidak akan bekerja terlalu keras. Namun, pastikan Anda memahami batas kemampuan transmisi mobil matik.
Kesimpulannya, engine brake mobil matik memang tidak semaksimal manual. Tetapi, fitur ini terbukti sangat menolong Anda saat darurat. (*)















