### Ayam Berdarah dan Pelanggaran Fatal SOP Dapur

Siswa dirawat di Puskesmas Umbulsari.
TRANSPARANN.ID, JEMBER – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Umbulsari, Jember, berubah menjadi petaka. Sebanyak 112 warga sekolah tumbang massal akibat dugaan keracunan makanan, Kamis (5/2/2026). Korban terdiri dari 99 siswa dan 13 guru.
Insiden bermula saat para korban menyantap menu ayam bakar pada Rabu (4/2/2026). Petaka menyerang keesokan paginya. Ratusan siswa mengeluh mual hebat, sakit perut, hingga diare secara bersamaan.
Kepala SMPN 1 Umbulsari, Mamik Sasmiati, mengonfirmasi kekacauan tersebut. Laporan masuk sejak pukul 07.15 WIB. Siswa terlihat bolak-balik menyerbu toilet karena menahan sakit.
Also Read
“Kami langsung menyisir seluruh kelas untuk mendata korban,” tegas Mamik, Jumat (6/2/2026).
Pihak sekolah segera melarikan 15 siswa dalam kondisi lemas ke Puskesmas Umbulsari. Tenaga medis dikerahkan penuh untuk menangani situasi darurat ini.
Ayam Berdarah Jadi Bukti
Dugaan kuat mengarah pada ketidakbecusan proses pengolahan makanan. Seorang wali murid mengungkap fakta mengerikan terkait kondisi menu ayam. Anaknya selamat karena menolak memakan daging tersebut.
“Bagian luar ayam tampak matang, namun bagian dalamnya masih berdarah,” ungkap saksi yang enggan disebut namanya.
Guru SMPN 1 Umbulsari, Wiyono, turut membongkar akar masalah. Pihak penyedia, SPPG Yayasan Baitul Huda Amanah, terlambat mengirim makanan hingga satu jam. Dapur diduga memasak secara asal-asalan demi mengejar waktu.
“Masakan dibuat cepat-cepat karena mereka terlambat datang,” cetus Wiyono.
Pelanggaran Fatal SOP
Investigasi Pemerintah Kabupaten Jember menemukan pelanggaran berat. Pj Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, berang karena penyedia tidak menyimpan sampel makanan. Hal ini menghambat uji laboratorium forensik.
“Pengelola dapur melanggar aturan karena membuang sampel makanan,” hardik Helmi.
Seharusnya, penyedia wajib menyimpan sampel menu selama dua hari berturut-turut. Hilangnya barang bukti ini memperkuat dugaan kelalaian fatal dalam manajemen dapur MBG. Aparat keamanan kini memantau ketat kasus yang membahayakan nyawa ratusan pelajar tersebut. (*)











