### Mental Pensiunan Pejabat Bikin Malu!

TRANSPARANN.ID, OKU – Misteri keberadaan Toyota Hilux Double Cabin BG 8031 FZ sungguh menggelikan. Aset negara ini seolah lenyap ditelan bumi. Mantan Kepala Dinas Pendidikan OKU, H Topan Indra Fauzi, diduga masih mendekapnya erat.
Padahal, Topan sudah pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak Juni 2025. Namun, mobil dinas itu tak kunjung kembali ke kandangnya di Dinas Pendidikan OKU. Perilaku ini tentu mencoreng etika birokrasi.
Portal ini mengonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman. Ia membenarkan kabar miring tersebut melalui pesan WhatsApp. Jawabannya singkat namun menohok. “Yang double cabin belum,” tegas Kadarisman.
Also Read
Aset Lain Ikut Raib
Borok lama ini kian terkuak. Narasumber internal menyebutkan bukan hanya mobil yang hilang. Dua unit sound system dan kursi kerja masa jabatan Topan juga raib.
Sumber tersebut juga membeberkan arogansi yang terjadi. Staf Dinas Pendidikan pernah mengantar surat penarikan aset secara resmi. Namun, Topan justru merobek surat negara tersebut di depan petugas.
“Surat itu malah dikoyak-koyaknya,” ungkap sumber kami yang enggan disebut namanya.
Dinas Pendidikan OKU sebenarnya sudah berupaya persuasif berulang kali. Mereka meminta Topan mengembalikan aset negara secara baik-baik. Sayangnya, mantan pejabat itu menolak mentah-mentah.
Dinas Pendidikan pun kehabisan kesabaran. Surat resmi kembali dilayangkan, namun Topan tetap bergeming. Akibatnya, Dinas Pendidikan menyerahkan urusan memalukan ini ke Kejaksaan Negeri OKU.
“Harusnya sadar diri. Sudah pensiun wajib kembalikan tanpa diminta,” sindir narasumber itu.
Topan Membantah Keras
Kami mencoba mengonfirmasi H Topan Indra Fauzi melalui telepon. Ia menepis semua tuduhan tersebut dengan santai. Topan mengklaim sudah mengembalikan mobil melalui Kasi PAUD, Deni Yulistian alias Deden.
“Mobil lah kubalekkan (kembalikan) dengan Deden,” dalih Topan.
Ia juga membantah tuduhan pengambilan sound system dan kursi kerja. Menurutnya, barang-barang tersebut tidak ada padanya.
“Sound system dak katek (tidak ada),” pungkasnya singkat.
Publik kini menanti ujung drama memalukan ini. Apakah aset negara akan kembali atau terus menjadi misteri? (*)













