### Bermula Mimpi Jadi Siluman Penjaga Desa

Cak Suwari saat membuat patung macan putih yang viral di Kabupaten Kediri.
TRANSPARAN.ID, KEDIRI – Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kediri, mendadak jadi buah bibir. Warganet ramai membicarakan wajah patung yang jenaka.
Namun, ada kisah mendalam di balik karya ini. Sosok seniman tradisional bernama Cak Suwari adalah penciptanya.
Cak Suwari memulai pahatannya dengan sebuah pertanda spiritual. Ia mendapat isyarat kuat melalui mimpi sebelum bekerja.
Also Read
BACA JUGA : https://transparann.id/viral-patung-macan-kediri/
Sang seniman bermimpi memainkan peran ludruk. Ia menjadi siluman Macan Putih dalam mimpi tersebut.
Masyarakat percaya sosok itu adalah danyang penjaga Desa Balongjeruk.
“Saya kebetulan baru bermimpi saat Pak Kades meminta,” ungkap Cak Suwari.
Ia merasakan adanya ikatan batin yang kuat. Mimpi itu menjadi peneguhan hatinya menerima pesanan. Cak Suwari lantas mengerjakan patung ikon desa ini sendirian.
Ia sudah berkarya sebagai pematung sejak tahun 1980-an. Proses pengerjaan memakan waktu sekitar 19 hari.

Cak Suwari bersama patung macan putih hasil karya tangannya.
Cak Suwari menyelesaikan mulai dari rangka hingga tahap akhir. Biaya pengerjaannya hanya sekitar Rp2 juta.
Material patung sendiri menelan dana kira-kira Rp1,5 juta. Bagi Cak Suwari, ini bukan sekadar replika hewan.
Ia ingin menangkap esensi spiritual sang penjaga wilayah. Konsepnya menyesuaikan cerita legenda para orang tua terdahulu.
Bentuk fisik patung memang menuai beragam komentar. Namun, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyikapinya dengan bijak.
“Kritikan itu kami jadikan bahan evaluasi,” tegas Safi’i. Pihaknya berencana melakukan perbaikan di masa depan.
Uniknya, lokasi patung kini justru ramai pengunjung. Banyak warga penasaran dan ingin berfoto di sana.
Karya Cak Suwari membuktikan satu hal penting. Sebuah karya viral seringkali menyimpan narasi budaya mendalam. (*)












