### Aksi Gemas Anak Sekolah Minggu dan Pujian yang Menggetarkan

Penampilan tim Praise and Worship GBI Baturaja bersama tim tamborin.
TRANSPARANN.ID, BATURAJA – Kehangatan langsung menyambut ratusan jemaat yang memadati Gereja Bethel Indonesia (GBI) Baturaja pada Minggu sore, 21 Desember 2025. Tepat pukul 16.00 WIB, mereka berkumpul bukan sekadar untuk menjalani tradisi tahunan, melainkan secara aktif menyambut “Sang Terang” yang hadir menghalau kegelapan hati.
Start yang Syahdu: Merangkul Hati Sebelum Beraksi
Mengawali rangkaian perayaan, Gembala Sidang GBI Baturaja, Pdt. Andreas K. Thama, menciptakan momen sakral di ruang persiapan. Ia merangkul tim Praise and Worship serta segenap panitia untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa. Bersama-sama, mereka memohon agar Tuhan menerima setiap pelayanan hari itu sebagai persembahan yang harum dan menyenangkan hati-Nya.
Also Read
Tingkah Polah ‘Pasukan Kecil’ Bikin Jemaat Terhibur
Keheningan doa tersebut segera pecah dan berganti menjadi keceriaan saat Worship Leader membuka acara. Anak-anak Sekolah Minggu langsung mengambil alih panggung dan menghidupkan suasana. Mulai dari kelas Adam, Nuh, Abraham, Yakub, hingga Yusuf, mereka menampilkan kepolosan yang mengundang senyum serta membawa sukacita murni bagi setiap mata yang memandang. Aksi gemas mereka sukses mencairkan suasana.
Atmosfer Memanas: Lantai Dua Bergetar oleh Sorak Pujian
Tidak berhenti di situ, atmosfer Natal semakin memuncak ketika tim Praise and Worship mulai memainkan nada. Jemaat dan tamu undangan yang memenuhi lantai dua gedung gereja pun serentak bangkit berdiri. Mereka bersorak, mengangkat tangan, dan menaikkan pujian kepada Tuhan dengan semangat yang menggetarkan seisi ruangan. Energi sukacita benar-benar terasa memenuhi setiap sudut gedung.
Momen Refleksi: Saat Hati Disentuh Pesan ‘Sang Terang’

Ratusan jemaat bersukacita mengikuti perayaan Natal GBI Baturaja, Minggu, 21 Desember 2025.
Memasuki puncak ibadah, Pdt. Andreas K. Thama naik ke mimbar dan menyampaikan pesan tajam namun meneduhkan melalui tema: “Sang Firman Telah Menjadi Manusia, Menerangi Gelap Kita”. Mengutip Injil Yohanes 1:1-5, ia mengajak jemaat untuk merenung lebih dalam.
”Natal seringkali kita rayakan hanya dalam nuansa terang lilin dan pesta sukacita,” ujar Pdt. Andreas dengan suara bergetar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prolog Yohanes sebenarnya menyajikan sebuah konflik kosmis; pertarungan antara Terang yang Kudus melawan kegelapan yang membutakan. Ia menegaskan bahwa Yohanes ingin membangunkan kesadaran hati jemaat bahwa Natal adalah titik balik sejarah saat Allah rela masuk ke dalam gelap manusia untuk menyelamatkan umat-Nya. Pesan kuat ini sukses membuat suasana kembali hening dan syahdu.
Pulang Full Senyum: Banjir Kado dan Doa Berkat
Melengkapi sukacita rohani tersebut, panitia kemudian menghadirkan kebahagiaan jasmani. Setelah jemaat menerima doa berkat, panitia membagikan tanda kasih berupa suvenir Natal yang membuat wajah para hadirin kembali berbinar. Momen pembagian ini sekaligus menjadi simbol persaudaraan yang erat antarumat Tuhan.
Akhirnya, Pdt. Andreas K. Thama menutup seluruh rangkaian acara melalui sesi ramah tamah yang hangat. Mewakili seluruh elemen gereja, ia menyampaikan harapan baru bagi jemaat.
”Selamat Hari Natal 2025 dan selamat menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026. Kiranya damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua,” pungkasnya. (bet)













