Bapang.Shinta

redonominasi rupiah

### Butuh Waktu Panjang dan Tahapan Matang

foto : ist/net
Rupiah Redenominasi 1965, Bukti Indonesia Pernah Melakukan Redenominasi Rupiah

TRANSPARANN.ID – Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa pelaksanaan redenominasi rupiah memerlukan proses yang panjang melalui beberapa tahapan. Oleh karena itu, ia memperkirakan kebijakan penyederhanaan nominal mata uang ini baru akan berlaku penuh pada 2029.

Pertama-tama, Misbakhun menjelaskan bahwa redenominasi harus dimulai dengan pembentukan Undang-Undang (UU) Redenominasi Rupiah. Meskipun demikian, legislator Fraksi Partai Golkar ini menekankan bahwa penyederhanaan nominal—misalnya dari Rp1.000 menjadi Rp1—tidak akan langsung berlaku begitu UU disahkan.

Sebagai gambaran, ia menyebutkan akan ada masa transisi. “Idealnya, masa transisi berlangsung selama tiga tahun. Selama ini ada biasanya masa sosialisasinya satu tahun, transisinya satu tahun, lalu pelaksanaan mulai di tahun ketiga. Jadi, panjang,” jelas Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Berdasarkan perhitungan tersebut, skenario lengkapnya adalah pembahasan UU rampung pada 2026, diikuti sosialisasi pada 2027, masa transisi pada 2028, sehingga redenominasi bisa berlaku penuh pada 2029.

Di Sisi Lain, Misbakhun mengingatkan sejumlah prasyarat makroekonomi harus terpenuhi, seperti pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi rendah, dan stabilitas politik. Menurutnya, kondisi saat ini cenderung mendukung. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Selanjutnya, DPR akan siap membahas RUU begitu resmi diajukan pemerintah.

Tak Hanya Itu, ia juga mengungkapkan redenominasi akan memerlukan revisi terhadap beberapa UU terkait. Selain itu, Misbakhun menekankan pentingnya sosialisasi masif, terutama kepada pelaku usaha ritel, untuk mencegah potensi pembulatan harga yang memicu inflasi.

Sementara Itu, dari sisi pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memasukkan RUU Redenominasi Rupiah dalam Renstra 2025-2029. Sebaliknya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bank sentral belum fokus pada rencana ini. Pasalnya, BI saat ini lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi dan menilai redenominasi memerlukan timing dan persiapan yang sangat matang. (*)

Popular Post

A photo of an open park area in Indonesia with two large metal-framed billboards in the background, featuring photos of officials and text commemorating Indonesian events, with plastic trash scattered across the grass in the foreground under a cloudy sky, dated June 29, 2026.

OKU

Taman Kota Baturaja Kian Horor

### Anggaran PU Perkim Menguap, Tribun Jadi Ajang Mesum BATURAJA, TRANSPARANN.ID – Alih-alih menjadi ruang terbuka hijau yang menyejukkan mata ...

"Aplikasi MyASN memberikan akses penuh untuk melacak progres usulan layanan. Segera verifikasi data profil Anda agar proses validasi D2NP lancar. Mari dukung transformasi digital birokrasi Indonesia yang lebih akurat.

BERANDA

Apa Itu D2NP PNS? Ini Penjelasan Lengkap

### Mengenal Daftar Nominatif di Aplikasi MyASN TRANSPARANN.ID – Banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) kini mempertanyakan istilah teknis D2NP. Kode ...

Puluhan orang berfoto bersama mengepalkan tangan di depan spanduk HUT Baturaja Post ke-27 dan KWRI OKU Raya.

OKU

HUT Baturaja Post ke – 27 Penuh Makna

### Sinergi Pers dan Aksi Sosial di OKU OKU, TRANSPARANN.ID – Suasana hangat menyelimuti perayaan HUT Baturaja Post ke – ...

TIPS & TRIK

Nasi Goreng Kampung Sedap dan Sederhana

### Resep Nasi Goreng Kampung Sedap Meriah TRANSPARANN.COM – Nasi goreng kampung adalah hidangan khas Indonesia yang selalu jadi favorit. ...

Honda Vario 160 CBS warna putih doff

OTOMOTIF

Honda Vario 160 Putih Doff Makin Kece!

### Skutik Premium Buat Kamu yang Pengen Gaya TRANSPARANN.ID – Honda kembali mengguncang pasar otomotif Indonesia lewat Vario 160 CBS ...

warning abs

OTOMOTIF

Kenapa Logo ABS Mobil Kadang Nyala Kadang Mati?

### Kerusakan Bearing Jadi Penyebab Utama Masalah Ini TRANSPARANN.ID – Logo ABS mobil yang kadang menyala dan mati sendiri sering ...